Nenek Almarhum Mimpi Kehilangan Sepasang Sendal. Dia Anak Yang Suka Sodakoh.

Ibu Mucharom Sripatiah nenek almarhum Gilang
KLATEN MATTANEWS.COM -  Suasana rumah duka almarhum Briptu Anumerta Imam Gilang Adinata sejak malam dan siang hari telah ramai didatangi sanak saudara serta tetangga yang ikut berbela sungkawa atas meninggalnya Gilang putra pertama dari dua bersaudara pasangan suami Sri Sarjono – Ening Wiyarti warga desa Sragogede, Kelurahan Mojayan, Klaten Tengah Klaten Jawa Tengah. Beberapa saudara dan nenek almarhum yakni ibu Mucharom (75) tampak sedih dan menagis meratapi kepergian anak, keponakan serta cucu kesayangannya. Padahal yang bersangkutan sudah berpesan pada sang nenek tercinta akan pulang pada lebaran nanti.

“ Niku putu kolu sik paling kulo tresnani. Awit bayi indil-indil bocah niku pun melu kulo. Mulu yen nyeluk kulo nggih buk mboten mbah.”itu putu kesayangan saya, sejak masih bayi sudah ikut dengan saya maka kalau memanggil saya ibu, bukan mbah”. Dan saat pulang beberapa hari lalu dia pesen mau pulang pada lebaran nanti”, demikian ujar ibu Mucharom nenek almarhum didampingi Isnani Suci Rahayu bude yang mengasuh sejak almarhum masih berusia 2 bulan.

Menurut sang nenek, Gilang adalah cucu pertamanya yang begitu dicintai, karena sejak masih bayi sudah ikut dengannya. Dibantu anaknya yang lain yakni Isnani Sri rahayu, dia mengasuhnya sejak Gilang masih berumur 2 bulan. Almarhum ikut dengannya kerana kedua orang tuanya mencari nafkah di Jakarta untuk memperbaiki ekonomi keluarga saat itu yang memang sangat sulit.

Almarhum sejak masih SD tergolong anak yang cerdas, pendiam dan suka menolong. Hal itu semakin terasa saat dia duduk di bangku sekolah SMA dan sudah menjadi Polisi. Sukaa menolong dan bersodakoh itu seakan sudah menjadi bagian dari hidupnya, walau saat remaja lebih suka naik kendaraan yang diprotoli.” Dia anak yang baik dan suka menolong dan bersodakoh. Jiwa dan sifat itu sudah ada sejak dia masih duduk disekolah dasar, dimana dia sering membantu temen-temennya”, ujarnya.
Rahmad paman almarhum Gilang
Ketika ditanya tentang firasat sebelum kepergian cucu kesayangannya, nenek berusia 75 tahun ini mengatakan tidak ada firasat istimewa yang dia terima sebelum adanya peristiwa tersebut. Dirinya hanya mengaku bermimpi kehilangan sepasang sandal jepitnya dua hari sebelum peristiwa ledakan terjadi. Selain itu cucu kesayangannya berkata akan pulang pada lebaran nanti, setelah menyelesaikan tugasnya.” Saya hanya bermimpi kehilangan sepasang sandal jepit yang biasa saya pakai, sekitar 2 hari sebelum ada peristiwa ini”. Ujarnya sambil mengusap linangan air mata yang ada dipipinya.

Almarhum Briptu Anumerta Imam Gilang Adinata berusia 25 tahun dan baru sekitar 5 tahun menjadi anggota Polri dan bertugas Di jakarta. Pria kelahiran Klaten ini sempat menempuh sekolah dasar di SD Negeri Mojayan 1 Klaten, kemudian melanjutkan di SMP Muhammdiyah 1 Klaten dan lulus di SMA Negeri 1 Karangnongko Klaten. Rencananya jenasah almarhum akan dimakamkan di pemakaman umum Desa Sragogede Kamis Sore sekitar pukul 16.00, karena jenasah diperkirakan baru akan tiba di Klaten dari jakarta sekitar pukul 14.30. (farought)  
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...