Konvoi Pelajar Luar Daerah Ngamuk Di Klaten Belasan Orang Luka Dan Harus Dirawat Di Rumah sakit

KLATEN MATTANEWS.COMPeringatan hari pendidikan Nasional yang sekaligus juga bertepatan dengan hari pengumuman kelulusan siswa tingkat SLT, di Klaten diwarnai dengan aksi tawuran antar pelajar. Aksi memalukan terjadi setelah para siswa dari berbagai sekolah yang melakukan konvoi tiba-tiba mengamuk dan menghajar sispa saja yang ditemui. Akibat aksi brutal tersebut belasan siswa dan warga biasa yang tidak tahu apa-apa menjadi korban “pembantaian” dan harus dilarikan kerumah sakit.
 
Belasan pelajar dari luar Klaten diamankan di Mapolres Klaten
Roland salah satu siswa kelas 1 SMA Negeri Klaten bersama temannya yang tidak tahu apa-apa tiba tiba mendapat serangan oleh segerombolan konvoi pelajar dari luar Klaten yang tiba tiba bertindak beringas. Pinggang kanannya berdarah dan harus dijahit dan di bawa ke RS Tegalyoso Klaten, karena kena sabetan gir yang dilakukan oleh anggota gerombolan konvoi tersebut.

Dari pantauan lapangan terungkap kejadian aksi kekerasan dan tindak anarkis yang dilakukan gerombolan siswa yang diduga berasal dari luar Klaten dan dalam Klaten terjadi di beberapa titik. Kejadian pecah di dekat PKU Manisrenggo, hal sama juga terjadi di dekat kantor DPD Golkar Klaten, Di desa Ngelinggi dekat Polsek Kebonarum serta di dekat Stadion Trikoyo Klaten.

Beruntung dalam kejadian tersebut aparat kepolisian Polres Klaten cepat bertindak, sehingga tidak banyak menimbulkan jatuhnya korban lain. Aparat yang bertindak cepat langsung melakukan tindakan tegas. Puluhan pelajar berikut sepeda motor langsung digiring ke Mapolsek terdekat untuk selanjutnya dibawa dengan truk ke Mapolres Klaten.
Dari Polsek Kebonarum meraka dinaikan truk dibawa ke Mapolres Klaten
Hingga sore hari tadi Selasa (2/5) para siswa yang melakukan konvoi masih mendapat pembinaan serta didata oleh petugas. Sejauh ini belum diketahui pasti pemicu adanya aksi tersebut. Yang pasti Banyak korban berjatuhan dan dirawat di beberapa puskemas dan rumah sakit di Klaten. Sejauh ini belum da kepastian berapa korban yang terluka serta rumah atau ruko yang rusak.

Sumber di Polres Klaten mengatakan selain didata, para peserta konvoi yang terbukti melakukan tindak anarkis berupa pengerusakan atau penganiayaan terhadap warga atau siswa sekolah lain akan ditindak tegas.”Kita tetap akan tindak tegas mereka, karena telah melakukan aksi penganiayaan dan aksi pengerusakan”, tegasnya.
 
Bed bertuliskan nama smk swasta di Sleman
Sementara beberapa tokoh masyarakat Klaten menyayangkan aksi tersebut pecah disaat perayaan hari kebangkitan Nasional. Mereka harus ditindak tegas, kalau perlu dihukum. Jangan jadikan anak belum dibawah umur dijadikan alasan tidak menghukum mereka.

“ Karena adanya aturan itulah maka anak anak sekarang nekad berbuat kriminal sampai membunuh. Mereka merasa dilindungi dengan adanya ketentuan anak dibawah umur tidak bisa dihukum. Inilah yang mereka jadikan payung untuk berbuat beringas”, (aji pamungkas/bun)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...