KGPH Puger Dari Keraton Surakarta Hadiningrat Sadranan Di Gergunung Klaten.

KLATEN MATTANEWS.COM - Warga Kampung Gergunung RW 09, Kelurahan Gergunung, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten menggelar Sadranan Luhur di makam Astana Girilaya, Gergunung, Selasa (23/5). Sadranan Luhur ini dihadiri Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger dari Keraton Surakarta Hadiningrat, Camat Klaten Utara Widowati, Lurah Gergunung Seniwati, warga Gergunung, dan para ahli waris.
 
KGPH Puger saat nyekar di makam Astana Girilaya Gergunung
Dalam sambutan, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger menyampaikan, secara harafiah, kata nyadran berarti mengunjungi atau bersih-bersih makam. Dan dalam perkembangannya, nyadran kemudian menjadi tradisi masyarakat. “Saat nyadran, orang mendoakan arwah para leluhur agar dosanya diampuni dan diterima di sisi Tuhan,” katanya.

KGPH Puger mengatakan, tradisi nyadran bisa menjadi wahana “pengingat” akan para leluhur. Tradisi nyadran juga bisa menjadi ajang untuk silaturahmi antar warga. “Dalam tradisi nyadran kita bisa saling bertemu, saling bersilaturahmi, sehingga masyarakat bisa menjadi semakin guyub dan rukun. Maka tradisi nyadran ini perlu diuri-uri, perlu terus dilestarikan,” ujarnya.

Sedang Lurah Gergunung Seniwati mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan “pencerahan” dari KGPH Puger. Ia berharap, tradisi nyadran ini bisa menjadi berkah bagi warga Gergunung dan sekitarnya. “Terima kasih atas kehadiran KGPH Puger. Kami berharap, KGPH Puger bisa hadir di tahun mendatang,” ucapnya.
Arak-arakan kirab sadaranan oleh kerabat Pasaka
Usai sambutan, dilakukan tahlilan yang dipimpin oleh Abdi Dalem KRT Puja Dipura dan diikuti warga yang hadir. Selesai tahlilan, mereka yang hadir dipersilakan makan dan minum bersama menikmati hidangan yang dibawa warga. Dalam sadranan ini, warga membawa berbagai jenis makanan, jajanan pasar, dan sebagainya yang diletakkan pada anjang-anjang dari bambu.

Kemudian dilakukan kirab sadranan mengelilingi Kampung Gergunung, dan berakhir di Makam Hastana Girilaya. Sesampai di makam, KGPH Puger, Camat Widowati, Lurah Seniwati, dan warga melakukan tabur bunga atau nyekar di makam Kyai Imam Dalem Kraton Surakarta. Saat itu juga dilakukan prosesi mengganti kain lurub makam. Acara semakin meriah dan sakral hadirnnya Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (Pakasa) yang mengiringi kirab sadranan. (laurent)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...