Ketua Paguyuban Sumber Rejeki Boysar: Tidak Ada Pungli Di Terminal Bus Ir. Soekarno.

KLATEN MATTANEWS.COMKetua Paguyuban Sumber Rejeki Buntalan, Klaten Tengah, Klaten Jawa Tengah menegaskan tidak pernah ada pungutaan liar di terminal bus Ir Soekarno kepada para tenaga buruh pencuci bus. Yang ada ialah iuran yang dikenakan bagi mereka guna membayar tagihan pulsa listrik dan penggunaan air.

Boysar ketua paguyuban Sumber Rejeki Buntalan Klaten
“Tidak ada pungutan  bagi mereka mas. Yang ada mereka para tenaga pencuci bus, kita kenai iuran setiap hati guna membayar tagihan listrik dan air, karena iar dan yang mereka gunakan itu murni swadaya paguyuban. Sehingga dalam hal ini kami selaku paguyuban yang menangani pekerjaan ini sudah lepas dari terminal”, demikian ditegaskan Boysar ketua paguyuban Sumber Rejeki yang selama ini menangani kegiatan pelayanan di terminal yang tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah.  

Menurut Boysar paguyuban Sumber Rejeki berdiri sebagai bentuk partisipasi masyarakat dimana dalam pendirian terminal ada istilah bina lingkungan. Sehingga guna mengurus kegiatan kegiatan lain yang ada di terminal seperti parkir, kebersihan dan cuci bus, dilakukan dan dikelola oleh putra daerah setempat dalam hal ini warga Buntalan. Sehingga semua pengurus paguyubanpun warga kelurahan Buntalan Klaten Tengah.

Namun dalam perjalanannya pekerjaan yang dikelola paguyuban tidak bisa mencakup semua karena, sesuai aturan pemerintah semua terminal  bus tipe A langsung menjadi tanggung jawab pusat. Sehingga saat ini yang dikelola paguyuban hanya kegiatan cuci bus. Selain itu lanjut Boysar semua kegiatan yang dilakukan paguyuban digunakan untuk kesejahteraan anggotanya dan semua pengeluaran dan pemasukan tercatat dalam buka laporan bulanan secara baik,

“ Saat ini kami hanya mengelola cucian bus mas. Listrik, pengadaan air semua kita lakukan secara swadaya tidak ikut terminal. Sehingga iuran yang masuk kita gunakan untuk membayar lisrik, atau pengadaan perlengkapan lain seperti selang kran dan lainnya. Maka pemasukan bagi paguyuban juga tidak seperti dulu lagi. ”, tegasnya. (farought)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...