Jelang Lebaran Permintaan Kue Kering Meningkat Tajam.

KLATEN MATTANEWS.COM Puasa belum genap seminggu dan lebaran masih cukup lama. Namun beberapa pengerajin makanan ringan kue kering di beberapa wilayah di Klaten mulai kebanjiran pesananan. Permintaan bisa meningkat lebih dari 200 persen. Fenomena ini tentunya merupakan prospek cerah bagi industri rumahan dalam meningkatkan ekomi keluarga dan masyarakat sekitarnya.
 
Pengerajin kue kering di desa Tijayan Manisrenggo
Salah satu pengerajin kue kering di Klaten yakni ibu Coirul mengaku permintaan pesanan kue kering saat ini sudah mulai meningkat dibanding hari-hari biasa. Bahkan menurut warga Tijayan, Kecamatan Manisrenggo, Klaten jawa tengah ini, peningkatan akhir akhir ini sudah mencapai 100 persen. Pesanan akan meningkat lebih banyak lagi setelah memasuki hari kesepuluh sebelum lebaran.

“ Walau puasa baru beberapa hari, pesanan kue kering sudah mulai meningkat. Jumlah permintaan naik seratus persen dibanding hari hari biasa. Dan pesanan paling banyak berupa kue nastar dan castengel”, ujarnya saat menerima wartawan dirumahnya.

Dengan memperkejakan 11 karyawan saat ini usahan yang digelutinya sejak beberapa tahun lalu tampaknya menjanjikan masa depan yang cerah, terutama mampu mengurangi angka penggguran warga disekitarnya, terutama disaat saat peringatan hari besar seperti lebaran dan Natal.

Untuk mencukupi permintaan pelanggan menurut Coirul setiap harinya memerlukan 4 sak tepung terigu berikut bahan laon seperti gula telor dan susu. Jumlah tersebut meningkat dibanding dalam hari hari biasa hanya mampu menghabiskan 2 sak tepung terigu untuk beberapa hari.

Berbagai jenis kue kering diproduksi dengan bahan bahan yang berkualitas dan tanpa pewarna atau pengawet. Jenis kue yang dihasilkan antara lain, putri salju, nastar, lidah kucing, chococrunh dan garut keju, kacang love, castengel, dan beberapa jenis lain. Pesanan datang tidak hanya dari Klaten melainkan dari luar kota seperti Magelang, Semarang, Yogyakarta, Solo Bahkan Purworejo dan Sleman.

Harga yang dibadrol untuk produksinya Coirul mematok harga mulai dari Rp Rp 10 ribu hingga Rp 40 ribu pertoples. Semua tergantung dari menu atau jenis kue yang dipesan. Anda berminat silahkan coba dan datang ke Tijayan Manisrenggo.(maspoer)


Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...