Issu 18 Pelajar Tewas Akibat Aksi "BAR-BAR" Mendiknas Kunjungi SMAN1 Klaten.

KLATEN MATTANEWS.COM -  Mendiknas Republik Indonesia Muhajir Effendi Kamis pagi (4/5) mengunjungi siswa SMA Negeri 1 Klaten yang mengalami luka luka akibat aksi “bar-bar” serombongan pelajar yang melakukan konvoi usai pengumuman kelulusan Selasa (2/5). Mendikbud segaja khusus datang ke Klaten karena munculnya berita hoax di media sosial yang menyatakan ada 18 pelajar Klaten meninggal akibat aksi anarkis segerombolan anak anak sekolah saat menggelar aksi konvoi.
Mendikbud saat menengok korban aksi "koboy" anak sekolahan

Tiba di SMA Negeri 1 Klaten menteri langsung menemui beberapa siswa menderita luka di beberapa bagian tubuhnya karena terkena sabetan senjata tajam. Adanya aksi tersebut Mendikbud merasa prihatin dan sangat menyesalkan hal tersebut terjadi disaat mereka seharusnya mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi. Untuk itu dirinya meminta agar sekolah terus melakukan pengawasaan pada anak didiknya, karena dimasa masa rawan tersebut sekolah harus bertanggung jawab jika ada sesuatu yang menimpa siswanya.

“Kita sangat menyayangkan dan prihatin dengan kejadian ini. Seharusnya perayaan kelulusan tidak harus dirayakan dengan konvoi karena sangat rawan. Untuk itu saya minta agar pihak sekolah lebih bisa melakukan pengawasan ketat pada anak didiknya dimasa masa seperti itu, dan jika terjadi sesuatu maka sekolah harus bertanggung jawab”, ujarnya.

Aksi konvoi pelajar yang melibatkan pelajar dari luar kota di Klaten Selasa (2/5) lalu memang sangat disayangkan. Konvoi yang berujung pada aksi “bar-bar” main bacok dan main rusak serta penjarahan, membuat warga.
Mereka yang berhasil digiring ke Mapolres Klaten

Tidak ada korban jiwa dalam kasus ini namun belasan siswa dan warga sipil terpaksa dilarikan kerumah sakit karena mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam, mulai dari pedang, gir, stang dongkrak hingga kunci roda truk. Tanpa perikemanusiaan dan seakan rombongan orang liar mereka menghajar siapa saja yang ditemui atau dilewati. Akibatnya banyak siswa yang tidak tahu apa apa menjadi korban termasuk sebuah warnet di kebonarum yang hancur.

Hingga saat ini baru satu tersangka yang diamankan di Mapolres Klaten. Namun Kapolres Klaten AKBP M.Darwis berjanji akan terus melakukan pengejaran dan pengusutan dalam kasus tersebut. “ Saya tegaskan tidak ada korban jiwa dalam aksi konvoi kemarin. Namun saya sangat prihatin dan menyayangkan kejadian tersebut untuk itu saya perintahkan anak buah untuk mengejar dan mengusut tuntas kasus ini”, tegasnya.(ajipamungkas)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...