Humas Dan Waratawan Klaten Deklarasikan Melawan Berita HOAX

Deklarasi
KLATEN MATTANEWS.COMPemerintah kabupaten Klaten menggelar acara Dialog dan Deklarasi Melawan Berita Sesat / Hoax . Kegiatan diprakarsai bagian Hubungan Masyarakat (Humas ) Sekretariat Daerah diikuti puluhan peserta Pelaku Kehumasan dan wartawan media cetak maupun eletronik tersebut ,  diselenggarakan di kompleks Radio Siaran Publik Daerah ( RSPD) Jalan Pemuda Klaten Rabu (9/5),  ditandai dengan penanda-tanganan spanduk yang bertuliskan Deklarasi Masyarakat  Klaten Melawan HOAX .

Deklarasi diawali menampilkan pembicara Pakar Komunikasi  Sigit Purwaka Kepala Biro MNC TV Jawa Tengah (Jateng)  dan Daerah Istimewa Jogjakarta DIY  itu, juga menampilkan Kasubag Humas Polres Klaten,  dan sejumlah pemangku jabataan Kehumasan  dari Forum Komunikasi Pimpinan daerah (Forkom pinda ) Klaten sebagai Narasumber .

Kepala Sub Bagian Kemitraan dan Analisa Media bagian Humas Setda , haji Muhammad Isnaini selaku ketua panitia penyelenggara mengemukakan, acara Dialog dan Deklarasi Melawan Berita Sesat / Hoax dilakukan untuk mengeliminir atau atau membatasi beredarnya berita sesat  yang yang terjadi beberapa waktu terakhir, yang dampaknya banyak merugikan masyarakat. ‘’ Usai pemngumuman kelulusan SMA/SMKlalu beredar berita hoax yang membuat banyak orang miris, bahkan Mendiknas RI Muhajir Efendy sempat termakan kabar bohong tersebut,  sehingga jauh-jauh dari jakarta  datang ke Klaten untuk memastikankebenaran  kabar sesat tersebut ‘’ ujarnya.

Kepala Bagian Humas Setda Klaten Haji Wahyudi Martana mewakili Pelaksana tugas (Plt) bupati  Hajah Sri Mulyani mengatakan,  kemajuan tehnologi informasi internet, tidak saja menempatkan pers sebagai satu-satunya sumber informasi berbasis masa, tapi seorang individu pun saat ini mampu menjadi penyebar informasi, sehingga kemajemukan pesan yang berkembang menajdi abu-abu antara fakta atau isu , antara benar atau salah.

Kondisi demikian menjadi tantangan zaman yang harus dihadapai seluruh pelaku kehumasan dan pers, agar lembaga yang secara filosofis menyebar luaskan pesan dan mencerdaskan masyarakat ini mampu menjadi rumah penjernih informasi. ‘’ Pelaku kehumasan dan Media  menjadi dua prajurit perang yang harus gigih mengusung bendera kebenaran, keadilan, menjernihkan pemikiran masyarakat dari kesesatan berdasar kaidah Undang-Undang ‘’ tandasnya.

Menurutnya masyarakat harus diedukasi agar tidak mudah menelan pesan di media sosial sebagai kebenaran. Masyarakat harus mentradisi tabayun atau mengecek setiap pensan informasi, dimana kebenaran harus didasarkan nilai manfaaat, kebaikan dan tidak menabrak kaidah kebenaran.(mashan/aan)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...