Festival Gebyar PAUD Klaten 2017 Libatkan 500 Anak.

Anak anak PAUD asyik ikuti lomba mewarnai
KLATEN MATTANEWS.COM - Festival Gebyar PAUD kabupaten Klaten tahun 2017 digelar Rabu pagi (3/5) disalah satu ruang aula komplek Masjid Raya Klaten. Kegiatan sehari  yang melibatkan sekitar  500 anak  usia dini, secara resmi dibuka oleh Pelaksana tugas bupati Klaten Hajah Sri Mulyani

Ketua panitia penyelenggara Hajah Harfiah melaporkan,  maksud dan tujuan penyelenggaraan Festival Gebyar PAUD antara lain untuk mensinergikan semua komponen pemerintah, masyarakat , keluarga dan orang tua dalam mewujudkan kesejahteraan anak, dengan menghargai hak-hak anak  dan pemenuhan kebutuhan lain tanpa perlakuan deskriminatif. 

Disamping itu kegiatan juga dimaksud untuk menggugah dan meningkatkan kesadaran semua pihak terhadap anak sebagai generasi penerus bangsa yang perlu diberi bekal pengetahuan keterampilan kecerdasan dan keimanan agar menjadi manusia yang berbudi luhur. “ Tujuan lain untuk meningkatkan peran pemerintah dan pihak lain untuk mengembangkan potensi anak sesuai minat dan bakatnya serta meningkatkan kepedulian untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak ‘’ ujarnya.
 
Plt Bupati Klaten Hj Sri Mulyani bersama para guru paud
Lebih lanjut Harfiah mengatakan, festifal Gebyar PAUD tahun ini diikuti sekitar 500 anak dari Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) dan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak (IGTKI) di seluruh kecamatan yang ada di Klaten.  Dengan jenis festival  7 jenis bagi anak usia kelompok bermain, taman pendidikan Al Qur’an meliputi; berlali memindahkan bola sesuai warna, bergerak sesuai irama, mencetak pasir, berita bergambar dan meronce.

Untuk kelompok Taman Kanak-kanak kegitan yang diadakan sebanyak 6 jenis yaitu, menyanyikan lagu wajib, melukis, Finger Painting, menggambar teknik mozaik dan lari menancapkan bendera  .

Pelaksana  tugas (Plt) Bupati Klaten Hajah Sri Mulyani dalam sambutannya mengatakan,  hal yang dibutuhkan anak adalah adanya upaya pendidikan, serta  terciptanya lingkungan belajar yang kondusif, memotivasi anak dalam belajar,  serta bimbingan dan arahan untuk perkembangan yang optimal.  Karena masa usia dini merupakan periode emas sekaligus periode kritis bagi anak,  dimana perkembangan yang diperoleh masa ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya. ‘’ Periode emas hanya datang sekali, sehingga jangan sampai terlewatkan , dan apabila terlewatkan maka habislah peluangnya ‘’ tandasnya.(aan/mashan)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...