Dengan Tokoh Sentral Dadung Awuk, 10 Group Ikuti Festival Srandul Klaten 2017

KLATEN MATTANEWS,COM - Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten (Disbudparpora) Kabupaten Klaten yang difasilitasi Dewan Kesenian Kabupaten Klaten menggelar Festival Srandul yang diadakan di Monumen Juang 45 Klaten, Sabtu (20/5).Festival Srandul ini diikuti 10 grup atau kelompok srandul di Kabupaten Klaten. Mereka terbagi ke dalam kelompok dewasa dan anak.
 
Salah satu group srandul saat ikut festival
Dalam Festival Srandul ini, setiap grup atau kelompok diberi kesempatan tampil 30 menit untuk menunjukkan kemampuannya dimuka ajuri dan penonton. Sedang kriteria penilaian meliputi wiraga (joget), wirama (dialog), dan wirasa (penampilan). Bertindak sebagai dewan juri festival adalah Ki Wito Radyo, Madenar, dan Sunar.


Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Klaten FX Setyawan DS menyampaikan, Festival Srandul ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya yang ada di Kabupaten Klaten. Disinilah Dewan Kesenian Kabupaten Klaten memiliki kewajiban untuk melakukan “Tri Karya Budaya” yaitu meluhurkan, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya yang ada di Klaten.

“Dewan Kesenian Kabupaten Klaten memiliki motto atau semboyan, yakni nguripke, ngurubke, dan ngirabke seni dan budaya. Nguripke, agar seni dan budaya yang ada tidak tidak mati atau tidak punah. Ngurubke, berarti seni dan budaya itu harus memberi manfaat kepada warga. Dan ngirabke, bermakna mari kita menikmati bersama seni budaya yang ada. Prinsipnya, siapa yang akan melestarikan dan mengembangkan seni budaya kita, kalau bukan kita?” tanya Setyawan kepada mereka yang hadir.

Srandul adalah salah satu kesenian yang termasuk ke dalam jenis drama tari. Jika dilihat dari isi cerita yang biasa dipentaskan, terdapat perbedaan cerita antara daerah yang satu dengan yang lain. Di daerah tertentu, cerita yang dapat dimainkan dalam kesenian srandul ini tidak terbatas pada satu judul atau tokoh tertentu. Tetapi di daerah lain, kesenian Srandul ini hanya mementaskan cerita rakyat dengan tokoh sentral  Dadung Awuk.(laurent)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...