Buntut Perubahan Jalur. Puluhan Pedagang pasar Sore Klaten Terancam Gulung Tikar.

Pedagang buah Pasar Sore Klaten
KLATEN MATTANEWS.COMAkibat adanya kebijakan Pemkab Klaten merubah jalur arus lalu lintas di jalan Bali yang berada di jantung kota Klaten, Jawa Tengah, puluhan pedagang kaki lima dan pedagang buah terancam bangkrut dan gulung tikar. Sejak arus dibuat satu arah geliat jual beli lesu sementara pendapatan para pedagang yang ada disepanjang pinggir jalan merosot hingga 70 persen.

“Pendapatan kami merosot dratis hingga 80 persen. Jika dulu sehari mampu mendapat sebasar Rp 3 hingga Rp 4 juta, sekarang maksimal sehari hanya dapat uang sekitar Rp 800.000 ribu. Jika terus seperti ini cepat atau lambat kami semua yang ada disini akan bangkrut dan gulung tikar”, ujar Hartono salah satu pedagang buah yang sudah puluhan tahun berjualan di sepanjang jalan balai atau lebih dikenal dengan sebutan pasar sore.

Menurut Hartono sejak jalur lalu lintas di jalan Bali dirubah menjadi satu arah Februari lalu, pendapatan pedagang yang selama ini berjualan ditepi jalan sepanjang jalan Bali merosot dratis. Pasar Sore yang sudah begitu melegenda sejak puluhan tahun lamanya, mulai redup dan berangsur sepi pengunjung. Hal ini karena para calon pembeli tak lagi leluasa bisa datang ketempat tersebut. Warga enggan datang ke Pasar Sore karena harus berputar jika ingin ketempat ini. Akibatnya dia sekarang tak berani kulakan dagangan dengan jumlah besar karena takut tak laku.

Hal sama dialami Purnomo tukang permak jeans yang sudah mangkal dipasar sore lebih dari 11 tahun. Menurutnya sejak jalur lalu lintas di jalan Bali dirubah menjadi satu arah pendapatnnya anjlok dratis. Jika dulu sehari bisa  mencapai Rp 150 ribu sehari. Kini maksimal sehari hanya bisa mengais rejeki tak lebih dari Rp 50 ribu.
Permak Jeans Pasar Sore sepi ditinggal pelanggan
“Dampak dari perubahan jalur sangat terasa mas. Dulu cari uang sehari seratus ribu mudah. Sekarang bisa bertahan hidup saja sudah bagus. Pasar Sore yang dulu ramai sepanjang hari, kini berubah sepi aktivitas dan sepi pembeli”, ujarnya.

Pasar Sore Klaten yang terletak disepanjang jalan Bali mulai dari pertigaan jalan Pemuda Tengah hingga perempatan lampu merah Pandanrejo, di era kepemimpinan Bupati Suharjono dijadikan sebagai pusat perbelanjaan pedagang kaki lima. Disepanjang jalan ini ada sekitar 150 pedagang kaki lima mulai dari pedagang buah, makanan, kios, sepatu, busana serta kuliner.

Kini sejak arus lalu lintas dirubah menjadi satu jalur, keberadaan para pedagang kaki lima di Pasar Sore kehidupannya kembang kempis. Sepinya pembeli dan pengunjung yang datang membuat beberapa pedagang mulai menutup usahanya karena tak laku.(farought)


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...