Bukit Cinta Gunung Gajah Bayat. Destinasi Wisata Alam Yang Masih Perawan.

Nifta Ramadhan dipuncak bukit Cinta Gunung Gajah Bayat Klaten
KLATEN MATTANEWS.COMGeliat wisata di Klaten dalam setahun terakhir ini tampak mulai terasa. Beberapa daerah berlomba menggali potensi alam sekitarnya untuk dijadikan tempat wisata bernilai ekonomis. Sebut saja Embung di Kemalang, komplek pemandian Jolotundo, serta wisata alam Socakangsi Jatinom. Terbaru wisata yang menyuguhkan keindahan alamnya kembali dipublikasikan untuk wisata umum yakni Komplek wisata Watu Perahu dan Bukit Cinta di desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat Klaten Jawa Tengah.

Sejak dibuka 23 April lalu obyek wisata bukit cinta yang berjarak sekitar 11 kilometer dari pusat kota Klaten, tempat ini langsung diserbu wisatawan lokal dan luar daerah. Setiap hari rata rata 400 pengunjung datang menikmati indahnya  panorama alam yang masih perawan. Jumlah tersebut akan meningkat dua kali lipat jika hari minggu atau hari libur.
Obyek wisata yang digarap oleh Karang Taruna setempat memang cukup menjanjikan menjadi destinasi wisata alam di Klaten jika digarap dengan baik. Pemandangan pegunungan dan hutan diketinggian sekitar 300 meter dari permukaan laut menjadi daya tarik tersendiri tempat ini layak dikunjungi.

Namun sayang masih banyak yang perlu dibenahi jika obyek wisata dengan luas lahan lebih dari 9 hektar ini ingin bersaing dengan obyek wisata lainnya. Seperti misal fasilitas MCK, lahan parkir, tempat istirahat, sarana jalan baik yang ada di lokasi dan mau menuju lokasi, serta faktor keamanan disekitar obyek wisata perlu segera dibenahi.
Nippon & elsa salah satu wisatawan luar kota
Seperti misal jalan menuju bukit cinta yang masih sangat membahayakan jika tidak diberi tangga dan pagar pengaman, karena disampingnya tebing yang cukup dalam. Sementara gardu pandang yang berada dipuncak bukit masih perlu dibenahi baik kontruksi dan desainnya agar tidak membahayakan pungunjung terutama anak-anak. Saat dipuncak banyak pengunjung yang langsung turun kebawah karena tak tahan panas, sehingga perlu adanya gasebo besar, sehingga pengunjung bisa berlama-lama dipuncak sambil menikmati pemandangan kota Klaten dan sekitarnya.

Andri salah satu pengurus Karang Taruna Argo Mudo mengakui masih banyak yang perlu dibenahi dalam menata obyek wisata yang umurnya belum ada satu bulan tersebut. Beberapa fasilitas pendukung seperti MCK, Mushola, tempat istirahat, Gasebo serta perbaikan jalan menuju bukit cinta memang tengah dibahas. Bahkan menurut Andri dilokasi bawah nantinya juga akan dibangun water boom atau kolam renang, sehingga akan semakin memikat wisatawan.
Tempat nongrong anak muda untuk berburu cinta
“Kami memang akan terus melakukan pembenahan diberbagai sektor, mulai dari jalan, fasilitas umum seperti MCK, Mushola kita juga akan menambah gardu pandang yang lebih baik serta membangun Gasebo besar dipuncak bukit cinta, kolam renang dan lokasi outbond. Bahkan kita juga akan membuka lokasi baru yakni puncak Gunung Gajah yang letaknya tepat berada diselatan bukit cinta berikut”,ujarnya.

Saat ini lanjut Andri pengelolaan obyek wisata dipegang Karang Taruna setempat dan dikelola melalui BUMDes. Tarif masuk lokasi sebesar Rp 2000/orang. Pendapatan rata-rata sehari bisa mencapai 800 ribu hingga Rp 1 juta rupiah, dengan jumlah pengunjung sekitar 400 hingga 500 orang/hari.
 
Andri salah satu pengurus Karang Taruna
Kawasan Gunung Gajah selama ini memang dikenal sebagai surganya para geolog melakukan penelitian geologi bebatuan. Bahkan sekitar tahun 1990 ada kabar jika tanah disekitar Gunung Gajah sudah dibeli Mbak Tutut Suharto. Dilokasi itu juga akan dibangun pabrik marmer dengan nama PT Marbelindo. Konon Disekitar Gunung Gajah terdapat jutaan ton marmer dengan kualitas baik.(neoramadhan)


Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...