Umat Hindu Klaten Gelar Acara Dharma Santi Nyepi Tahun Saka 1939 Di Pendopo Kabupaten.

KLATEN MATTANEWS,COMBertempat di gedung pendapa Pemerintah kabupaten Klaten Senin (4/4) diselenggarakan acara Dharma Santi Nyepi tahun 1939 Saka/ 2017 Masehi. Kegiatan diiprakarsai anggota KORPRI, TNI, POLRI dan STHD dan umat Hindu setempat dihadiri ribuan peserta perwakilan umat Hindu. Hadir dalam acara tersebut Pendharma Wacana Profesor Dr I Gust Putu Surya Dharma dosen Universitas Negeri Yogyakarta.
 
Para tokoh pemuka agama Hindu Klaten
Ketua panitia penyelenggara Sukardi mengatakan, Dharma Santi merupakan rangkaian kegiatan hari Nyepi sebelumnya dimana umat Hindu telah melaksanakan upacara Melasti (pengambilan air suci) di Umbul Geneng, Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan, Catur Brata Penyepian ( amati geni, amati karya, amarti lelungan dan amati Lelanguan) dan Ngembak geni. “ Kegiatan Dharma Santi Nyepi sebagai upaya untuk meningkatan kwalitas Srada (Iman) dan Bhakti (taqwa) umat yang dirasa masih jauh dari keempurnaan “ ujarnya.

Menurut Sukardi, kegiatan dharma santi nyepi tahun 1939 Saka mengambil thema “ Jadikan Catur Brata Penyepian Memperkuat Toleransi Kebhinekaan Berbangsa dan Bernegara demi Keutuhan Nekara Kesatuan republik Indonesia (NKRI) “. Menghadirkan pejabat Sipil TNI dan POLRI di tingkat kabupaten dan Propinsi dan ribuan peserta dari usur TNI, POLRI, PHDI dan STHD serta uat hindu setempat .
dr Ronny Roekminto mewakili plt Bupati Klaten
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Klaten Hajah Sri Mulyani melalui staf Ahli bupati bidang Kemasyarakatan dokter Rony Rukminto mengatakan,   Dharma Santi Nyepi merupakan momen penting dalam kerangka kebersamaan sekaligus untuk mulat Saliro Hangrasa Wani ( berani mawas diri ). Disamping itu juga diorientasikan untuk melaksanakan Dharma Negara dan Dharma Agma guna memayu Hayuning Bawana untuk menjaga keharmonisan Makro dan Mikro kosmos, keselarasan dan keharmonisan lahir bathin antara manusia dengan Tuhan dan Alam sekitarnya.

Lebih lanjut Plt bupati mengatakan, pemahanan nilai-nilai Karma Marga (filosofi kerja) Rame Ung Nggawe Sepi Ing Pamrih, Memayu Hayuning Bhawana yang tersirat dalam sastra agma sebagai dasar dalam berkarya,. Wejangan Sri Kresna kepada Arjuna menjadi dasar filosofis Saudara dalam melaksanakan tugas sehari-hari sebagai dharma atau ibadah merupakan nilai penting yang perlu dilestarikan dalam rutinitas harian.(han/aan)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...