Tim Saber Pungli Klaten Akan Turun Ke Terminal Bus Ir.Soekarno, Terkait Dugaan Pungli Oknum Kepala Terminal.

KLATEN MATTANEWS.COM - Tim saber pugli Klaten akan diturunkan ke terminal bus Ir Soekarno, menyusul adanya dugaan tindak pidana pungli yang dilakukan oknum kepala terminal Sumarjono. Penegasan tersebut disampaikan langsung ketua tim saber pungli Klaten Kompol Hari Sutanto saat ditemui MATTANEWS dipendopo Pemda Klaten.
Kompol Hari Sutanto Ketua Saber Pungli Klaten bersama wartawan

“Kemarin kita belum mendapat laporan dan tidak tahu jika disana ada dugaan tindak pidana pungutan liar. Karena sekarang saya sudah tahu maka secepatnya tim akan kita terjunkan kesana untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Hal ini merupakan tindak lanjut inturksi presiden Jokowi tentang pemberantasan tindak pidana kurupsi, termasuk segala bentuk pungutan iar”, tegasnya.

Tim saber pungli klaten sendiri ditegasakan Hari sudah terbentuk, namun hingga saat ini belum mempunyai posko. Untuk itu lanjut Hari dirinya menghimbau kepada masyarakat apabila menemukan adanya indikasi pungli untuk sementara melaporkan ke nomer wadul Kapolres. Dengan adanya laporan tersebut, tentunya Kapolres akan memerintahkan kami untuk melakukan lidik sehingga dapat di temukannya kebenaran akan laporan tersebut.

“ Karena belum ada posko tim saber pungli, untuk sementara masyarakat bisa menggunakan layanan wadul kapolres untuk melaporkan adanya tindakan pungli” kata Hari Sutanto, ketua saber pungli Klaten.
Tim Saber pungli lanjut Hari akan menanggapi semua aduan warga masyarakat terkait dugaan tindak pidana pungli. Dan semua akan diproses sesuai mekanisme dan aturan hukum jika memang data dan bukti penunjangnya kuat.
Foto kepala terminal bus Ir oekarno Klaten diusung para pendemo
Dugaan adanya pungutan liar di terminal bus Ir. Soekarno terungkap saat salah satu perwakilan pengurus paguyuban agen mengadukan hal tersebut dalam acara dialog antara anggota DPTRD Klaten dan perwakilan para paguyuban agen bus. Dalam keterangannya pada wartawan salah satu mengatakan para tenaga buruh cuci mobil setiap bulan harus setor uang pada oknum kepala terminal bernama Marjono sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak mau setor mereka akan diusir dan diganti oleh tenaga lainnya. Selain uang sebesar Rp 1,5 juta mereka juga masih harus menanggung uang bayar air sebesar Rp 20.000/bus.

Sementara Marjono sendiri saat dikonfirmasi melalui handphone membantah telah melakukan pungutan dirinya hanya mengatakan iuran uang untuk membayar listrik. “Tidak ada pungutan mas yang ada uang untuk bayar listrik setiap  bulan”, tegasnya.(alfarought)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...