PAUD Santa Theresia Wedi Gelar Kartinian Bersama. Belajar Berbagi Kasih.

KLATEN MATTANEWS.COM - Anak-anak PAUD Santa Theresia Wedi, Kabupaten Klaten merayakan Paskah dan sekaligus memperingati Hari Kartini di sekolah setempat, Jumat (21/4). Kegiatan ini diisi dengan acara lomba anak, hiburan, dan pentas drumband. Rangkaian acara yang berdurasi sekitar 3,5 jam ini mengangkat tema “Aku mau belajar berbagi kasih tanpa batas”.
 
Siswa PAUD Theresia Wedi rayakan hari Kartini dan paskah bersama
Kepala PAUD Santa Theresia Wedi Suster M Margaretha AK menyampaikan, dengan perayaan Paskah dan peringatan Hari Kartini ini diharapkan anak-anak lebih bersemangat lagi dalam belajar. “Dan ini sudah terlihat dalam ekstrakurikuler drum band. Tim drumband PAUD Theresia Wedi sudah beberapa kali menjuarai lomba atau festival drumband,” katanya.

Selaian itu dengan tema ini anak-anak diajak untuk belajar mencintai, peduli dan berbagi tanpa batas. Menurutnya, yang namanya mencintai, peduli, dan berbagi itu memang tidak mudah. Namun ketiga hal itu (mencintai, peduli, dan berbagi) harus terus diajarkan kepada anak-anak.

Pada perayaan kali ini para siswa dipersilahkan memakai baju bebas sesuai kemampuan masing masing orang tua. Sekolah tidak mewajibkan anak anak harus memakai pakaian tradisional karena tak ingin memberatkan orang tua murid. Namun demikian banyak siswa yang memakaia baju adat atau baju profesi seperti dokter atau tentara.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Ibu Kita Kartini. Kemudian pertunjukan drumband. Selanjutnya doa pembuka oleh Bunda Ratna, sambutan Kepala PAUD Santa Theresia, dan menyanyi bersama. Setelah itu, lomba anak, istirahat (makan dan minum bersama), dan hiburan (berupa Tari Sluku Sluku Bathok dan Ilir Ilir). Sebelum pulang, dibagikan snack dan telor Paskah untuk anak-anak. Acara ditutup dengan doa oleh Bunda Anna.

Pada moment yang menggembirakan ini, sekolah menggelar lomba untuk anak-anak, meliputi lomba menyusun puzzle (untuk Kelompok Bermain), lomba mozaik atau menyusun gambar menjadi cerita (untuk TK A), dan lomba kolase atau menempel gambar dengan potongan kertas berbentuk geometri (untuk TK B).

Sedang kriteria penilaian lomba adalah kemandirian (lomba dikerjakan sendiri, tidak boleh dibantu orangtuanya), kerapian (cara menempel, cara mengelem), dan komposisi (baik itu warna, gambar, dan bentuk). Setelah dilakukan penilaian oleh para guru pendamping, maka bagi para pemenang lomba diberikan piala. (laurent)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...