Komisi III DPRD Klaten Tak Mampu Beri Solusi Pada Paguyuban Agen Penjualan Tiket BusKlaten "BISMA"

KLATEN MATTANEWS.COM - Menanggapi aduan mayarakat yang tergabung dalam paguyuban agen penjual tiket Bus  “Bisma” yang menyampaikan keluhannya terkait Arogansi petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dalam menerapkan peraturan yang di jalankan, jajaran Komisi III DPRD Klaten yang di pimpin oleh Sudarto selaku ketua belum bisa memberikan solusi pasti..

Dalam tanggapannya, Wiyanto selaku sekretaris komisi III saat menerima audiensi paguyupan agen dan penjual tiket “Bisma” di ruang komisi III pada Selasa (3/04) kemarin mengungkapkan, terkait dengan surat edaran dari kementrian perhubungan perlu di ambil jalan tenggah agar semua dapat bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Anggota Komisi III DPRD Klaten saat menerima pengurus agen bus.
Wiyanto anggota DPRD dari Fraksi PAN mengungkapkan saat menyimak dari beberapa keluhan yang di sampaikan oleh anggota “Bisma” menangkap beberapa hal yang perlu di garis bawahi terkait dengan penerpan peraturan tersebut.

“Ada pun hal itu antara lain, kurangnya sosialisasi dengan adanya surat Dirjen perhubangan darat, mohon kepada perwakilan dari Dishub untuk di sampaikan kepada kepala dinas mohon di adakan sosialisai dengan sebaik-baiknya”  ujar Wiyanto.

Selain hal itu, lanjut Wiyanto terkait dengan solusi, belum ada yang menanyakan terkait solusi namun dirinya menangkap adanya keinginan dari anggota paguyuban agar di berikan solusi, untuk itu perlu di buatkana sub-sub terminal yang mana akan lebih memudahkan agen bus dalam melayani pengguna jasa mereka.

Dan untuk tindakan arogansi petugas dishub dalam menertibkan serta menjalankan tugas, menurutnya hal itu mungkin sudah berdasarkan SOP dari tempatnya bekerja, namun akan lebih baik apabila bisa melakukan pembinaan kepada petugas yang di adukan oleh anggota paguyupan agen penjual tiket bus “Bisma”.

Seperti yang di beritakan sebelumnya, puluhan agen penjual tiket bus AKAP yang tergabung dalam paguyuban “Bisma” mendatangi gedung dewan untuk melakukan audiensi terkait sikap arogansi petugas dalam menjalankan tugas untuk penertiban bus AKAP yang di haruskan menaikan dan menurunkan penumpang di dalam terminal.(alfarought)
.
Share on Google Plus

Salam mattanes

1 komentar:

  1. kepala dinas perhubungan prinsipnya hajar dulu urusan belakang bung!

    ReplyDelete

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...