MARJONO Oknum Kepala Terminal Bus Ir Soekarno Klaten Diduga Lakukan Pungli. Tukang Cuci Bus Mengeluh.

Foto Marjono Kepala terminal Ir Sukarno Klaten diusung pendemo
KLATEN MATTANEWS.COM - Marjono oknum petugas terminal Ir. Soekarno Buntalan, Klaten, di duga lakukan pungli dengan meminta setoran sejumlah uang dari tukang cuci bus AKAP yang ada di terminal. Setiap bulannya, tukang cuci bus AKAP yang berjumlah 7 orang di haruskan setor uang sebesar Rp. 1.500.000,- (Satu Juta lima Ratus Ribu Rupiah).

Pernyataan itu disampaikan oleh SP, salah satu audien dari paguyuban agen penjual tiket bus Klaten saat audiensi dengan anggota DPRD Klaten di ruang komisi III, Senin (3/4) kemarin. Menurutnya, setoran yang di minta oleh oknum petugas terminal tersebut di rasa sangat memberatkan.

Adapun keluhan besarnya jumlah uang setoran yang harus di bayar, pernah di sampaikan kepada Marjono, kepala terminal Ir. Soekarno, Klaten. Namun, keberatan itu di tolak, dan mereka balik di ancam tidak di perbolehkan lagi mencuci bus yang ada di terminal, dengan menggatakan ada orang lain mau mencuci dan memberi setoran lebih besar bila tidak mau setor sejumlah uang yang di tetapkan. Adanya ancaman tersebut memaksa tukang cuci bus hanya bisa pasrah dan memenuhi permintaan oknum petugas.

Terpisah, seusai audiensi dengan DPRD,  ketika di mintai keterangan lebih lanjut mengenai pungutan yang di lakukan oknum petugas terminal, Si menceritakan, uang tersebut di setorkan kepada Marjono, tapi yang mengambil bukan Marjono langsung, melainkan orang suruhannya.

“Uang di setorkan kepada Marjono, Cuma yang mengambil kadang kan bukan pak Marjono tapi kadang pak eyek atau siapa, yang jelas anak buahnya” kata Si.

Buruh cuci bus di terminal bus Ir Soekarno Klatenpun kena pungli
Di katakan oleh SP, sebelumnya, waktu di terminal lama tidak ada kewajiban setoran yang di bebankan pada tukang cuci bus. Mereka hanya mengeluarkan biaya atas kesadaran diri menganti air yang di gunakan mencuci karena mengambil air dari toilet umum. Dan bayarnya kepada penjaga toilet.
Ketika di tanya sejak kapan adanya pungutan, dirinya menjawab lupa, menurutnya sejak di terminal baru.

“yang jelas sejak pindah dari terminal lama ke terminal baru. Selain membayar setoran bulanan, setiap harinya tukang cuci bus juga di bebani untuk menganti air yang di pakai mencuci, dengan besaran sekitar Rp 20 ribu/bus” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala terminal Ir. Soekarno, Buntalan, Klaten. Marjono, Saat di konfirmasi melalui handphonenya menyangkal adanya pungutan . Namun dirinya mengatakan, uang tersebut di gunakan untuk membayar listrik. “Tidak ada, tidak ada, uang itu hanya bayar listrik” ujar Marjono saat di konfirmasi lewat handphone Rabu siang (5/4) kemarin.

Dugaan adanya pungli yang di lakukan oleh oknum petugas terminal Ir. Soekarno Klaten muncul ketika DPRD Klaten menerima audiensi paguyuban agen penjual tiket bus Klaten yang menolak di terapkannya aturan baru dari Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten. Keluhan tersebut di sampaikan langsung oleh Si di hadapan anggota dewan komisi III DPRD Kabupaten Klaten di ruang komisi, Dan di dengarkan oleh banyak orang yang ada di dalam ruangan.(alfared)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...