Bakul Lombok Dan Mbokde Pedagang pasar Srago Gelar Upacara Hari Kartini Di Pasar.

Walau tua tetap semangat para pedagang pasar gelar upacara
KALTEN MATTANEWS.COM Ratuan para bakul dan pedagang di pasar Srago serta pelaku ekonomi disekitarnya Jum’at (21/4) menggelar upacara dalam rangka memperingati hari Kartini ke 138. Dipimpin langsung kepala pasar Srago Kanjeng Mas H.Agus Wirosworo suasana upacara di halaman pasar berjalan lancar dan khidmat.

Mereka yang mengikuti upacara berasal dari berbagai komunitas. Selain pedagang dan para bakul, peserta juga diikuti oleh seluruh staf dan karyawan kantor pasar Srago, para pemilik kios, para pedagang kagetan yang berada dipinggir sepanjang wilayah pasar, pengurus paguyuban serta anggota linmas dan keamanan. Upacara sendiri merupakan puncak kegiatan, dimana sebelumnya komunitas pedagang pasar di Klaten melakukan berbagai kegiatan mulai dari fashion show, ketrampilan merias suami, serta berbagai perlombaan lainnya.

Lurah pasar Srago Kanjeng Mas Agus Wirosworo usai upacara mengatakan apa yang dilakukan para pedagangnya semua bergerak secara spontan, mandiri tanpa ada perintah. Para bakul yang kebanyakan kaum wanita merasa terpanggil dan malu jika tidak bisa melanjutkan perjuangan pahlawan RA Kartini walau hanya sesuai dengan kemampuan bidang yanag digeluti saat ini.
Lurah pasar Srago Kanjeng Mas,  Agus Wirosworo
Berbekal semangat dan tekad yang kuat dilandasi rasa syukur dan hormat pada RA Kartini, maka mereka sepakat menggelar berbagai kegiatan yang diakiri dengan melakukan upcara bendera sebagai puncak acara.” Mereka merasa terpanggil untuk menggelar acara ini dengan semangat yang luar biasa, karena semua beaya yang dikeluarkan mulai dari hidangan, peralatan, serta hadiah dibiayai sendiri dengan acara iuran. Ini bentuk semengat yang perlu kita dukung”, ujar Agus.
Pimpinan dan staf karyawan kantor lurah pasar Srago
Sementara beberapa bakul saat ditemui merasa puas dan bangga bisa menggelar acara perlombaan hingga upacara bendera memperingati RA Kartini.”Kami semua puas dan bangga mas. Tanpa pengorbanan dan perjuangan beliau mungkin kita kita sebagai kaum wanita tidak bisa seperti ini. Maka kami sepakat akan selalu meneruskan perjuangan beliau walau hanya dengan cara berjualan dipasar”, ujar lestari salah satu pedang. (alfarought)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...