Agen Bus Klaten tetap Akan Ditertibkan. Kepala Terminal Marjono Bantah Lakukan Pungli.

Kepala terminal bus Ir Soekarno Klaten Sumarjono
KLATEN MATTANEWS.COMKepala terminal bus tipe A Sumarjono menegaskan tetap akan mentertibkan semua agen bus atau terminal  bayangan yang ada di Klaten untuk tidak melakukan kegiatan menaikan atau menurunkan bus di agen masing-masing. Selain itu dirinya juga menegaskan dirinya tidak pernah melakukan praktek pungutan liar (pungli) seperti yang dituduhkan seseorang peserta demo yang mengaku sebagai perwakilan agen dalam dialog dengan anggota DPRD Klaten beberapa waktu lalu, saat berlangsung demo yang dilakukan oleh para agen bus di Klaten.

“ Saya selaku petugas dilapangan harus bisa mengamankan perintah dan kebijakan pemerintah. Untuk itu terkait penertiban agen bus yang beroperasi diluar terminal, tetap akan kita tertibkan sambil kita beri pengertian serta pembinaan agar tidak lagi melakukan kegiatan menaikkan atau menurunkan penumpang di agen masing masing. Semua ini demi keselamatan dan kenyamanan serta perlindungan penumpangan itu sendiri”, demikian ditegaskan Sumarjono saat ditemui wartawan di terminal bus Ir. Soekarno.  

Menurut Sumarjono terminal bus tipe A Ir Sukarno kini pengelolaanya telah diambil alih langsung oleh pusat dalam hal ini kementrian perhubungan. Sehingga sebagai petugas terminal dirinya hanya menjalankan semua kebijakan pusat. Dan sebagai anak buah sudah menjadi kuwajiban melaksanakan semua perintah dan kebijakan pimpinan. Sehingga  peneriban para agen bus adalah perintah dari pusat bukan kehendak dirinya.  
Surat Dirjen perhubungan darat tentang larangan agen bus dan terminal  bayangan
Sementara adanya tuduhan pungli yang disampaikan oleh salah satu peserta demo dalam acara audensi antara para angota agen bus Klaten dengan DPRD beberapa waktu lalau, dengan tegas dirinya menyangkal semua tuduhan tersebut. Sejak dirinya menjabat sebagai kepala terminal mengganti pejabat lama, dirinya belum pernah melakukan pungutan, apalagi memungut uang dari para pencuci bus.

Diakui oleh Marjono untuk masalah pencucian bus yang sudah bukan menjadi kewenangannya, memang dikelola oleh paguyuban dimana pengelola dan anggotanya adalah putra daerah setempat. Namun sejauh mana kinerja mereka dirinya tidak tahu persis karena memang sudah bukan menjadi kewenangannya. Sehingga jika ada berita terkait dengan pungli terhadap tukang cuci bus itu salah besar.

“ sumber berita itu tidak benar mas. Saya siap diperiksa dan saya justru meminta agar tim saber pungli Klaten turun langsung keterminal, apa benar ada pungutan dan saya siap ditindak jika memang terbukti melakukan pungutan”, tegasnya.

Terkait tuduhan tersebut dirinya meminta agar mereka yang merasa memberi dan menyebarkan  berita bohong untuk mengklarifikasi dan menyelesaikan masalahnya dengan baik-baik dan kekeluargaan. Sebagai orang jawa dirinya akan tetap memaafkan, walau secara  moral dirinya sudah dirugikan. Namun jika tidak mau, maka tak menutup kemungkinan dirinya akan membawa kasus ini keranah hukum.” Saya telah menunjuk Sigit Pratomo.SH sebagai kuasa hukum saya untuk menangani kasus ini”, tegasnya. (farought)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...