Terkait Dugaan Ekploitasi Siswa, ICCW Fokus Kawal Kasus Hingga Tuntas.


Novi ICCW: silahkan kuasa hukum SMK tempuh jalur hukum.
KLATEN MATTANEWS.COM - Cahya Novianto Anggota dari LSM ICCW ( Indonesia Corouption and Contruksi Wath) mempersilakan kuasa hukum dari SMK kesehatan Rahani Husada untuk mengambil langkah hukum terkait pemalsuan tanda tangan dalam surat aduan orang tua wali murid yang menjadi lampiran dalam somasi. Dirinya akan fokus mengawal permasalahan ekploitasi anak yang di lakukan oleh pengelola SMK kesehatan Rahani Husada yang telah di adukan ke pihak kepolisian, Rabu (28/03).

“Silahkan di bawa ke ranah hukum, itu hak mereka dan mereka mempunyai atas hukum dan kita  hormati keputusan mereka” ujar Cahya Novianto saat di temui.

Menurut Cahya Novianto, poin permasalahan bukan pada surat tersebut, namun pada tindakan yang telah di lakukan oleh SMK Kesehatan Rahani Husada. Hasil dari penulusurannya berdasarkan bukti serta informasi dari korban ia menyimpulkan adanya dugaan ekploitasi anak.

Lebih Llanjut Cahya Novianto menambahkan point permasalahan bukan terletak pada surat itu, namun tindakan pengelola SMK Kesehatan Rahani Husada yang memperlakukan siswa dalam kegiatan belajar mengajar yang tidak sesuai.

Maka dari itu ia akan tetap fokus mengawal aduan tentang ekploitasi anak tersebut. bahkan menurut Cahya Novianto proses hukum itu telah berjalan hal tersebut di kuatkan dengan adanya pemanggilan korban oleh kepolisian untuk di mintai keterangan  terkait permasalahan yang di adukannya. Daan beberapa siswa dihadapan penyidik telah mengatakan apa yang sebenarnya terjdi di sekolah tersebut.

Selain itu Novi menyayangkan saat adanya sidak yang di lakukan oleh BP2MK (Badan Pengendali Pendidikan Menengah Kejuruan) Jawa Tengah, dengan tidak di libatkannya korban saat itu, sehingga  menurutnya apa yang di temukan di lapangan tidak sesuai dengan kenyataan.

Sebelumnya telah di beritakan, kuasa hukum dari SMK Kesehatan Rahani Husada akan mengambil langkah hukum terkait dugaan pemalsuan tanda tangan dalam surat aduan orang tua wali murid yang menjadi lampiran dalam somasi yang di layangkan oleh ICCW dan LPK.

Seperti diberitakan sebelumnya, SMK Kesehatan Rahani Husada diduga kuat telah melakukan exploitasi siswa, dimana anak disuruh praktek kerja bekam dengan mencari pasien di kampung kampung dan hasilanya harus disetor pada pihak sekolahan.(alfarought)



Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...