Klaten Masih "Mencekam". Tak Ada Anggota Dewan Dan Tak Ada Tepuk Tangan Di Musrenbang.



Musrenbang Kecamatan Wedi Klaten
KLATEN MATTANEWS.COM – Suasana tintrim dan “mencekam” pasca OTT yang terjadi Desember lalu tampaknya masih membayangi hampir semua jajaran birokrasi dan PNS di seluruh Klaten hingga tingkat kelurahan tidak hanya para pejabat. Hal tersebut tampak pada pelaksanaan  Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Wedi, Kabupaten Klaten yang gelar di aula kantor Kecamatan Wedi, Kamis (2/3). Selain tidak ada satupun anggota DPRD yang hadir, tak ada pula wajah gembira atau tepuk tangan saat tim Bapeda mengatakan ada gelontoran dana sebesar Rp 2,85 milliar untuk pembangunan  di kecamatan Wedi. Padahal tahun sebelumnya anggota dewan akan selalu hadir di Musrenbang dan kepala desa menyambut semua progam dengan suka cita.

Ketika wartawan mencoba wawancara pada kepala desa, umumnya mereka mengatakan takut  jika nanti terkena masalah dengan KPK atau hukum. Sehingga mereka merasa kurang tertarik dan sreg saat ditawari gelontoran pembangunan.” Situasisnya mencekam.Adanya hanya rasa takut, khawatir dan was-was mas. Maka lebih baik saya nggak dapat proyek, dari pada ada kesalahan tak sengaja urusannya dengan hukum apalagi dengan KPK”, ujar salah satu kepala desa. 

Sementara dalam Musrenbang kecamatan Wedi sendiiri tampak Hadir sejumlah perwakilan dari Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD) Kabupaten Klaten, Camat dan Muspika Wedi, Kades, BPD, dan tokoh masyarakat. Namun dari 19 Kepala Desa tidak semuanya hadir.

Camat Wedi Kukuh Riyadi mengatakan, Musrenbangcam adalah kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun. Musrenbangcam ini sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Dalam Musrenbangcam ini, setiap desa dipersilahkan mengusulkan apa saja yang menjadi prioritas pembangunan.

Sedang perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Klaten Nurul Badriyah menjelaskan, Musrenbangcam ini bertujuan untuk pertama, membahas dan menyepakati usulan masyarakat desa. Kedua, memilih dan memprioritaskan perencanaan pembangunan. Ketiga, melakukan klasifikasi usulan sesuai prioritas. “Dan keempat, memilih delegasi dari kecamatan ke Musrenbang Kabupaten Klaten,” ujarnya.

Usulan perencanaan pembangunan tahun anggaran 2018 Kecamatan Wedi ini meliputi bidang fisik prasarana, sosial budaya, dan ekonomi. Dari usulan itu, yang diharapkan dibiayai dari APBD Kabupaten sejumlah Rp 17.397.800.000, dari APBD Provinsi Rp 5.552.000.000, dan dari APBN Rp 24.895.786.000.
Di bidang fisik prasarana, masyarakat mengusulkan pembangunan talud, betonisasi jalan, pengaspalan jalan, saluran irigasi, jembatan, gapura masuk desa, taman desa, normalisasi sungai, gedung pertemuan, pembuatan embung desa dan bendungan, bak sampah, MCK, dan sebagainya.

Di bidang sosial budaya, warga mengusulkan rehab rumah tidak layak huni, pembangunan sarana olahraga, pengadaan gamelan, pembinaan karang taruna, kethoprak, dan campursari, tanggap bencana, desa siaga, berbagai pelatihan, rehab tempat ibadah, sarana Polindes, Posyandu, ambulance desa, PMT balita, kegiatan difabel, dan sebagainya.

Bidang ekonomi, desa mengusulkan bantuan modal untuk ternak sapi, ternak burung, ternak kambing, pembuatan pasar desa, kios desa, pengembangan usaha pertanian, permodalan BUMDes, lumbung pangan desa, penguatan koperasi, modal untuk difebel, honor guru PAUD, berbagai pelatihan, dan sebagainya. (laurent)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...