Kepala Sekolah SMK Kesehatan Rahani Husada Tuduhan Itu Tidak Benar. Yang Ada Anak Melakukan PKL.

Minarni staf SMK Kesehatan Rahani Husada Klaten
KLATEN MATTANES.COM - SMK Kesehatan Rahani Husada menampik keras dugaan ekploitasi anak di lingkungan sekolahnya seperti yang dikemukan oleh salah satu LSM di Klaten. Hal tersebut di sampaikan langsung oleh salah satu pengurus yayasan. Kegiatan yang di terapkan pada 15 siswa yang mengikuti program kelas reguler berkewajiban untuk menyelesaikan tugas magang yang memang sudah sesuai dengan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang di kembangkan di sekolahnya.
“Magang yang di lakukan oleh siswa reguler sama halnya dengan kegiatan PKL pada sekolah SMK lainnya, Cuma lain penyebutannya ” ujar Minarni.

Lebih lanjut dirinya mengatakan tidak benar kalau siswa  SMK Kesehatan Rahani Husada mengekploitasi anak dengan mempekerjakan siswa untuk keliling dari satu kampung-ke kampung lain untuk mencari pasien dengan target 80 orang perbulan. Yang ada, target yang di bebankan sekolah merupakan cara untuk  melatih mental dan jiwa entreprenuer siswa sebagai bekal setelah usai menyelesaikan pendidikannya.

“Siswa yang di terjukan ke lapangan di bekali dengan surat tugas dari sekolah dan untuk mencari pasien dan yang di tuju orang bukan orang perorang melainkan instansi ataupun komunitas ” jelas Minarni salah satu pengurus yayasan.

Hal sama juga disampaikan Kepala sekolah SMK Kesehatan Rahani Husada M Irfan. Menurut Irfan disekolah yang dipimpinnya tidak ada istilah exploitasi anak. Yang ada anak melakukan tugas belajar mengajar dan melakukan praktek atau PKL sesuai ilmu yang didapat dari sekolah. Sehingga adanya tuduhan sekolah  melakukan exploitasi anak sangat tidak benar.

“Sangat tidak benar jika sekolah kami dituduh memperkerjakan siswa untuk kegiatan komersial. Yang terjadi di sekolah ialah siswa melakukan praktek kerja lapangan, seperti halnya sekolah lain melakukan hal sama”, ujarnya.

Sebelumnya di kabarkan SMK Kesehatan Rahani Husada Di adukan ke DPRD Klaten terkait adanya dugaan ekploitasi anak oleh dua LSM di Klaten. Dalam aduannya pihak sekolah di duga melakukan tindakan ekploitasi anak dengan cara mempekerjakan anak dan hasilnya di setorkan ke pihak yayasan.
Namun hal itu di bantah oleh pihak yayasan, karena semua hasil yang di peroleh siswa selama magang di kembalikan lagi ke siswa yang mengikuti program reguler dalam bentuk biaya hidup siwa selama di asrama dan untuk pembelian alat-alat habis pakai yang di pergunakan siswa selama praktek.

SMK kesehatan Rahani Husada yang beralamat di jalan Jogya-Solo, Jogonalan, jawa Tengah sendiri sudah berdiri sejak tahun 2010, saat ini memiliki sebanyak 187 siswa, 15 siswa program kelas reguler dan 172 siswa umum. Untuk kelas reguler di peruntukan bagi anak dari keluarga kurang mampu yang ingin melanjutkan sekolah dengan sistem pembayaran potong gaji setelah kerja. Jika memang ada pelanggaran tentunya sekolah ini sudah ditutup sejak dulu. (alfaroght)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...