Kekurangan Lahan Dan Bahan Baku. Tahun 2017 PG Gondang Baru Tidak Giling.


PG Gondang Baru Klaten terancam gulung tikar
KLATEN MATTANEWS.COM - Kabar buruk bagi masyarakat Kabupaten Klaten, terutama bagi petani tebu dan jajaran Pabrik Gula (PG) Gondang Baru. Pada tahun 2017, PG Gondang Baru tidak operasi alias tidak menggiling tebu. Pernyataan ini disampaikan Manager PG Gondang Baru Teguh Agung Tri Nugroho pada rapat koordinasi pengembangan areal tebu di PG Gondang Baru – Ceper Baru di Home Stay PG Gondang Baru, Kamis (23/3.

Tidak beroprasinya pabrik Gondang (beku operasi) menurut Teguh dikarenakan keterbatasan bahan baku tebu. Untuk itu perlu ada solusi dari semua dinas terkait agar PG Gondang bisa beroprasi kembali. Namun demikian PG Gondang tidak akan melakukan PHK terhadap para karyawannya.

“Pada tahun 2017 ini, PG Gondang Baru akan beku operasi atau tidak menggiling tebu. Hal ini  dikarenakan keterbatasan bahan baku berupa tebu. Namun demikian kami tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada karyawan kami,” tegas Teguh  
PG Gondang Baru saat masih eksis beroprasi (foto dok istw)
Menurut Teguh Agung, pembekuan operasi PG Gondang Baru ini karena pabrik gula yang dibangun oleh Pemerintah Kolonial Belanda dinilai tidak efisien lagi. “Minimal, operasi (masa giling) pabrik gula itu 150 hari. Tetapi pada musim giling tahun 2016 lalu hanya 44 hari. Kebutuhan bahan baku (tebu) PG Gondang Baru untuk sekali operasi itu idealnya sejumlah 210.000 ton tebu. Tetapi tahun lalu hanya tersedia 37.083 ton tebu. Sedang luas areal tebu yang dibutuhkan sekitar 2.800 hektar. Namun tahun lalu hanya ada 611 hektar. Sekarang, areal tebu yang tersedia hanya 893 hektar. Jadi, ada kekurangan areal 1.900 hektar,” paparnya.

Untuk itu Teguh berharap dengan rakor ini ada jalan keluar untuk mencukupi jumlah bahan baku tebu yang ada di wilayah PG Gondang Baru sesuai dengan skala usaha, agar PG Gondang bisa tetap bertahan. Selama ini, bahan baku tebu PG Gondang Baru di Klaten ditanam di 22 kecamatan dengan luas areal 893.500 hektar. Dengan lahan seluas itu hanya menghasilkan tebu sekitar 58.678,9 ton.

Sementara itu terkait nasib karyawan dengan tegas Teguh Agung mengatakan pihaknya tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 300 karyawannya. Para karyawan tetap akan dikaryakan untuk merawat mesin mesin pabrik dan lingkungan sekitarnya. Dan mereka akan tetap menerima haknya sebagai karyawan seperti gaji dan lainnya. Sehingga saat digunakan kembali, mesin pabrik dalam kondisi siap.(laurent)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...