Aksi Jalan Kaki 7 KM Membawa Kendi Dari 7 Sumber Mata Air. Peringati Almarhum Yu Padmi.

Proses ritual pengambilan air suci perdamaian
KLATEN MATTANEWS.COMAksi peduli terhadap almarhum Yu Padmi pejuang  lingkungan asal lereng gunung Kendeng Rembang Jawa tengah, kemarin dilakukan oleh aktivis lingkungan Klaten Tawa Tengah. Aksi yang dimotori Agung Bakar ini berjalan sejauh 7 kilometer dan sambil membawa air dari 7 sumber mata air kemarin Kamis (30/3).

Aksi mengambil air di 7 mata air dengan menggunakan kendi ini sekaligus sebagai bentuk protes terhadap ekploitasi alam lingkungan, termasuk sumber  ata air di Klaten. Sebelum melakukan aksi para aktivis melakukan acara ritual di sumber air dan melakukan doa keselamatan.

Usai melakukan doa para peserta aksi langsung menuju 7 sumber ata air yang diperkirakan panjang rute yang dilalui sejauh 7 kilometer. Dengan menggunakan kendi meraka berjalan penuh khidmat mengambil air dari 7 sumber mata air hingga penuh.

Kenapa harus 7 menurut mereka angka 7 memiliki makna kesempurnaan yang artinya pitulungan. Sehingga dalam aksi ini mereka menggunakan simbol bilangan 7 sebagai pangejowantahan (perwujudan ungkapan) agar mereka dan semua umataa manusia amenapaat pertilongan dari Tuhan. Termasuk perjuangan almarhum sraikandi dari Kendeng Yu Padmi akan selalau mendapat pertolongan dan tempat yang baik oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Agung Bakar koordinator aksi
Usai melakukan pengamnbilan di 7 sumber mata air para peserta langsung menuju  padepokan Puser Jagad yang berada di dukuh Koripan, Desa Karangan Kecamatan Polanharjo, Klaten  untuk melakukan doa bersama.

Agung Bakar selakau koordinator aksi kepada wartawan mengatakan apa yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian pada lingkungan sekitar yang sudah mulai rusak karena ekploitasi. Selain itu aksi juga dilakukan sebagai bentuk penghormatan bagi almarhum Yu Padmi sosok Srikandi dari lereng Gunung Kendeng yang merupakan aktivis lingkungan yang perlu kita dukuh dan contoh.

“ Ini merupakan bentuk kepedulian dan keprihatinan kita semua terhadap lingkungan sekitar kita yang sudah mulai ruak karena ekplotasi berlebihan tanpa ada upaya pelestarian kembali. Aksi ini juga sebagai ungkapan kami selaku aktivis yang turut berduka cita atas kepergian almarhum Yu Padmi sosok aktivitis lingkungan yang perlu kita contoh kepriadiannya”, ujar Agung. ( sin/red)
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...