Ketua DPC PDIP Klaten Sunarno: Jajaran Fungsionaris DPC PDIP Klaten Minta Maaf Karena Salah Satu Kadernya Terkena OTT KPK.

Ketua DPC PDIP Klaten H. Sunarno dalam keterangan perssnya
KLATEN MATTANEWS.COM - Kamis (05/01) JajaranFungsionaris Dewan PimpinanCabang (DPC) PartaiDemokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kabupaten Klaten memberikan keterangan Pers kepada wartawan media cetak, online dan elektronik setempat terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan SatuanTugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Hajah Sri Hartini (bupatiKlaten) salah satu kader partainya. Penjelasan disampaikan ketua DPC Haji Sunarno didampingi segenap fungsionaris DPC, anggotafraksi PDIP dan Ketua serta Sekretaris Pimpinan Anak Cabang se Kabupaten  klaten.

Ketua DPC PDIP Klaten Haji Sunarno mengatakan, setalah kejadian OTT oleh Satgas KPK tanggal 30 Desember 2016, dalam tanggal yang sama Dewan PimpinanPusat (DPP) PDIP menerbitkan Surat Keputusan Nomor : 211/KPTS/DPP/XII/2016 tentang Pemecatan Sri Hartini dari Keanggotaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Sehubungan hal tersebut Jajaran pengurus mohon maaf atas kejadian yang melibatkan salah seorang kader terbaiknya tersebut.

“Kami merasa prihatin dan mohon maaf, salah seorang kadernya tanpa sepengetuan partai melakukan kesalahan yang fatal “ ujarnya.

Lebih lanjut Sunarno yang didampingi sekertarisnya Agus Riyanto mengatakan, Hajah Sri hartini pada tahun 2008 – 2010 menjabat sebagai ketua DPC PDIP, tahun 2010-2015 Wakil Bendahara DPD PDIP Jateng, tahun 2015-020 yang bersangkutan tidak menduduki jabatan dalam kepengurusan PDIP. Sedang Andy Purnama yang kini anggota Fraksi PDIP dalam kepengurusan 2010-2015 menjabat sebagai sekretaris DPC dan tahun 2015-2020 wakil ketua bidang Bidang Pemuda dan Olah Raga.

Menurut Sunarno, kejadian yang menimpa Hajah Sri Hartini terkait OTT oleh Satgas KPK  dilakukan atas nama pribadi atau dengan kata lain bukan dilakukan atas kebijakan partai, sehingga harus dipertanggung jawabkan yang bersangkutan. Meski demikian, karena yang bersangkutan sebelumnya telah berkiprah dalam partai maka segenap fungsionaris DPC, Fraksidan PAC PDIP memohonkan maaf atas kesalahan yang dilakukan oleh Hajah Sri Hartini.

Sehubungan hal tersebut, ketua DPC PDIP Klaten,  meminta kepada semua kadernya termasuk yang duduk dalam legislatif untuk bekerja keras, dan jujur untuk kepentingan dan kemajuan kesejahteraan rakyat Klaten. Kemudian diantara para kader jangan saling menghujat atau saling menyalahkan, Karena bila dilakukan demikian, semua itu tidak akan menyelesaikan masalah, sehingga semua pihak diminta untuk turut menegakkan hukum agar berjalan baik

Menjawab pertanyaan terkait Bupati dan wakil Bupaati pengganti, Sekretaris DPC PDIP AgusRiyanto mengatakan, PDIP tidak nggege mongso (tergesa-gesa) karena ada prosedur yang harusdilalui. Sesuai ketentuan, manakala terjadi kejadian demikian kemudian sudah keluar inkrah (keputusanhukumtetap), maka partai baru akan mengusulkan dua calonke DPRD untuk dipilih salah satu diantaranya. “ Sebelumnya saat pencalon bupati Klaten yang diusung oleh PDIP dan Nasdem kemudian didukung PPP, Gerindra, PKS danHanura, sehingga partai juga akan berkoordinasi dengan partai pengusung yang lain” jelasnya,.
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...