Selamat Jalan Pak Aji. Sekwan DPRD Klaten Meninggal Saat Tugas. Sempat Temani Transit Bupati.

Almarhum Sekwan DPRD Klaten Sugiharjo Sapto Aji
Klaten Mattanews.Com – Innalilahiwainailahirojiun. Klaten kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Sugiharjo Sapto Aji (56) sekretaris Dewan DPRD Klaten Jawa Tengah Kamis ( 22/12) sekitar pukul 14.10 meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit Cakra Husada Klaten. Almarhum meninggal diduga karena serangan jantung, terjatuh ketika akan makan siang menjelang sebelum mengikuti Bamus DPRD.

Bupati Klaten Sri Hartini langsung menjenguk almarhum yang saat itu tengah disucikan di RSUD Bagas Waras Klaten untuk memberikan penghormatan terakhir pada almarhum dan menyampaikan rasa bela sungkawa. Tampak menemani Bupati saat itu Staf Ahli Ronny Roekminto, Kepala BKD Sartiyasto, Kepala BPBD Bambang Giyanto, Kabag Umum Amin Mustofa, Ketua DPRD Klaten Agus Riyanto, Ketua PAN Darmadi serta direktur RSUD Bagas waras dr Limawan Budi Mibowo Mkes.

Beberapa sumber di DPRD Klaten mengatakan sebelum kejadian paginya almarhum masih menemani Bupati dan beberapa pejabat lain di ruang transit DPRD. Namun karena kondisi badan kurang fit beliau ijin untuk tidak megikuti sidang paripurna namun akan datang pada rapat Bamus.
Bupati Klaten Sri Hartini melayat almarhum di RSUD Bagas Waras Klaten
Usai paripurna yang dilanjutkan acara makan siang almarhum naik keatas untuk ikut makan siang bersama sama anggota dewan lainnya. Namun disaat akan menyendok nasi tiba tiba dirinya terjatuh langsung tak sadarkan diri. Seketika mantan kepala Disperindagkop dan Pariwisata Klaten ini dilarikan ke RS Cakra Husada yang berjarak sekitar 200 meter. Namun saat tiba di rumah sakit nyawa almarhum tidak tertolong.

Almarhum yang dikenal sebagai salah satu anggota kelompok 12 ini adalah pejabat ketiga Sekwan Klaten yang telah berpulang. Sebelumnya beliau telah mendahului menghadap Yang Maha Kuasa Almarhum Agus Januari dan almarhum Yulihadi yang belum lama berpulang. Almarhum menempati posisi di Sekwan sekitar akhir tahun 2015. Kepergian mantan staf ahli bupati ini meninggalkan satu istri dan dua anak. Rencananya almarhum yang tinggal di Pajang, akan dikebumikan di tanah kelahirannya Wonogiri Jum’at dengan upacara resmi kenegaraan karena meninggal saat menjalankan tugas. (get)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...