Sebagai Daerah Peyangga Pangan Nasional Produksi Padi Klaten Capai 420 Ribu Ton Gabah Kering Per Tahun.

Dandim Klaten Letkol Inf Bayu jagad terjun langsung tanam padi
KLATEN MATTANEWS.COM - Sekretaris daerah Jaka Sawaldi memulai Gerakan Tanam Serentak  di lahan persawahan Desa Sekaran Kecamatan Wonosari Klaten. Kegiatan dilakukan mewakili Bupati , didampingi Dandim 0723/Klaten Letkol Infanteri Bayu Jagat, Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Ekobang dan Kesra) Setda Haji Slamet Widodo dan kepala Dispertan Wahyu Prasetyo itu untuk meningkatkan produksi pertanian daerah setempat.

Sekda Haji Jaka Sawaldi dalam sabutannya mengatakan, gerakan tanam serentak menggunakan alat mesin pertanian (Alsintan) bukan sebagai langkah untuk mengurangi tenaga kerja, akan tetapi semata-mata untuk menaikkan produksi pertanian daerah setempat. Karena dengan peralatan yang memadai tersebut usaha pertanian bisa dilakukan dengan cepat disertai produksi yang meningkat

Lebih lanjut Sekda mengatakan, penggunaan Alsintan sebagai upaya pemerintah terhadap keterbatasan tenaga kerja di bidang pertanian karena banyak generasi muda yang tidak tertarik bergera dalam bidang pertanian. Maka dengan produksi yang meningkat berdampak pula pada capaian pendapatan petani yang sekaligus diharapkan mampu menarik minat pemuda untuk menggeluti usaha pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Klaten Wahyu Prasetya ditemui ditengah acara berlangsung mengatakan, Klaten salah satu daerah penyangga pangan nasional yang ditarget mampu memperluas Program Pajale dari tahun 66.866 Ha (tahun 2015) menjadi 73.304 Ha ( tahun 2016 ). Hingga Desember 2016 produksi pertanian (padi) mencapai sebanyak 420 ribu ton gabah kering giling (GKG) lebih atau dihitung beras produksinya mencapai 273 ribu ton lebih. “ Hal ini menjadikan Klaten mengalami Surplus beras karena jumlah penduduk 1,4 juta jiwa hanya membutuhkan separohnya ( 50 % nya) “ ujarnya.

Terkait dengan tanam serentak, Wahyu menjelaskan, hal ini dilakukan selain untuk meningkatkan pruduksi padi juga mengajak petani setempat untuk tertarik pola tanam serentak. “ Petanai wilayah UPTD II masih sulit diajak melakukan tanam padi serentak, maka langkah ini diharapkan mampu menggugah  minat petani melakukan tanam padi serentak agar produksi padi meningkat “ tandasnya.

Sementara Bupati Klaten Sri Hartini berharap dengan program tanam serentak, maka produki gabah kring yang saat ini mencapai 420.000 ton pertahun bisa lebih ditingkakan, mengingat Klaten menjadi salah satu lumbung pangan nasional dan peyangga pangan di Jawa Tengah.”Jangan sampai Klaten sebagai peyangga pangan nasional hanya sekedar predikat. Namun harus disertai hasil produksi yang melimpah”, harapnya.(han/red)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...