Mengangkat Kembali Masa Kejayaan Lurik Klaten bersama Mas Yusup Cawas.

Mas Yusuf bersama istri dengan salah satu produk unggulannya
Klaten Mattanewd.Com - Lurik dabatik tampaknya kembali mendapat angin segar untuk bangkit kembali. Bupati Klaten Hj Sri Hartini berjanji akan membawa industri kerajinan rakyat ini untuk bisa kembali hidup dan berkibar seperti era tahun 1980an. Brand Klaten yang Maju mandiri dan berdaya saing mencakup semua aspek. Maka lurik Klaten yang dulu sempat mengalami masa kejayaan diharapkan kembali mampu bersaing dikancah perdagangan butik dan sandang.

Kebijakan pemerintah daerah kabupaten Klaten mengunakan kain lurik sebagai seragam PNS, telah mengangkat kembali kain lurik. Sebelumnya lurik hanya berpusat di Kecamatan Pedan, kini telah melebar merambah daerah lain seperti di Mlese , Cawas.

Salah satu kelompok yang hingga saat ini masih bertahan untuk memproduksi lurik ialah Kelompok tenun Sumber Rejeki Tex di dusun Cabean, Desa Mlese Cawas. Kelompok pengerajin yang dikomandani Yusuf Sri Subroto beserta istri merupakan usaha warisan orang tuanya. Dimana orang tua telah mengamanatkan pada dirinya agar usaha yang telaah dibangun sejak tahun 1990 memakai nama terssebut diatas sebagai nama kelompok pengerajin lurik ATBM di daerahnya.
Berbagai produk lurik hasil pengerajin tradisonal di Cawas
“Sumber Rejeki Tex di hibahkan sebagai nama kelompok pengerajin lurik ATBM di Dukuh Cabean, Mlese, Cawas. Sebelumnya, itu merupakan UD milik orang tua saya” ujar Yusuf, ketua kelompok  menceritakan.

Dalam kelompok yang saat ini di kelolanya lanjut Yusuf, terdiri dari 21 pengerajin kain lurik dengan total operator  tenun ATBM sebanyak 62 orang. Kelompok tersebut memulai usahanya sejak tahun 2006 pada awalnya produksi kain lurik hanya 200 meter per bulan. Dan kini, kelompok pengerajin kain lurik Sumber Rejeki Tex mampu memproduksi kain lurik halus 4000 meter perbulan.

“Saat ini pemasaran lurik dari Klaten sudah mampu menembus berbagai pasar di Indonesia bahkan luar negeri. Untuk itu dengan adanya dorongan dari ibu Bupati, kita semua berharap industri lurik Klaten kembali berkibar dan mampu mengangkat nama Klaten di level internasional”, ujarnya.

Kain lurik hasil produksi kelompok sumber rejeki tex tak kalah kwalitasnya dengan produk pabrikan. Peningkatan kwalitas dan desain lurik di perolehnya ketika mengikuti kegiatan yang di selenggarakan oleh Balai Besara Tekstil bersama JICA di Bandung pada tahun 2008. Dan di sebarkan ke anggota kelompok. “Trobosan dan pengembangan inovasi kami lakukan setelah mengikuti trainaing yang di selenggarakan oleh JICA dan Balai Besar Teksti di Bandung” pungkasnya.

Dengan menciptakan sisitim kerja yang profesional namun dilandasi rasa kebersamaan dan kekeluargaan, menurut Yusuf usaha yang dirintis kedua orang tuanya hingga kini mampu bertahan. Walau terkadang hanya jalan ditempat namun pengerajin tetap semangat. Hal itulah yang menjadikan dirinya tetap  bertahan untuk berkarya.
ATMB alat tenun non mesin mampu hasilkan kain yang halus dan berkualitas
“Alhamdullilah mas sistim kerja yang kita terapkan disini dijiwai rasa kebersamaan dan kekeluargaan. Sehingga kita bisa guyup rukun dan tetap semangat tanpa mengurangi profesionalisme kerja serta mutu produksi. Inilah yang memberi semangat pada diri saya dan istri untuk tetap bertahan berkarya membuat lurik yang telah menjadi salah satu produksi kebanggan kota Klaten”, ujarnya.

Adanya rencana Bupati Klaten Hj Sri Hartini mengangkat kembali masa kejayaan lurik Cawas dan Pedan bagi dirinya merupakan angin segar bagi usahanya. Dirinya berharap kepedulian serta perhatian Bupati dalam membina usaha kecil khususnya lurik, bisa mengangkat kembali pamor Lurik Pedan dan Cawas yang sempat tenggelam dalam 20 tahun terakhir ini.

“Saya mengucapkan terima kasih tak terhingga pada ibu Bupati yang telah berkenan mau mengangkat kembali pengerajin lurik di Klaten. Kita semua berharap apa yang dilakukan ibu Bupati mampu menggeliatkan kembali para pengerajin yang sempat lesu sekaligus, mengangkat lurik Klaten berdaya saing dengan produk sandang lain di tingkat Internasional”, harapnya. (bersambung)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...