Kontruksi Cor Beton Pilihan Terbaik Atasi Masalah Jalan Rusak Di Klaten.

Kepala PU dan ESDM Ir Tajudin Akbar saat sidak proses pengecoraan jalan lingkar Barat Delanggu Klaten
Klaten Mattanews.Com – Saat ini masih banyak jalan di Klaten yang rusak dan berlobang. Jalan dengan kondisi seperti ini akan sangat mudah kita temui di wilayah Klaten bagian Utara, Barat Laut atau wilayah Timur Laut. Mengapa hal itu bisa terjadi?, karena diseputaran wilayah inilah truk muatan galian C dengan muatan diatas rata rata 10 ton setiap hari melintas. Diperkirakan ada sekitar 1000 truk muatan pasir setiap hari melintas diatas jalan kabupaten dengan katagori kelas III.

Dengan kondisi seperti ini maka sangat mustahil meningkatkan atau memperbaiki jalan di wilayah jalur gaalian C bisa bertahan lama. Karena dari spek peruntukan dan kelas jalanya sudah salah. Jalan kelas III hanya boleh dilalui oleeh kendaraan dengan beban berat 8 ton. Sementara 1000 truk setiap hari melintas diatas jalan Kabupaten. Maka akibatnya semua jalan di jalur truk pasir rata rata hanya mampu bertahan satu hingga satu setengah tahun, setelah itu jebol.  

Menyikapi haal tersebut Kepala bapeda Klaten Bambang Mbalak Sigit Sinugroho menegaskan hanya ada satu pilihan untuk mengatasi masalah jalan di Klaten yakni membangun jalan dengan kontruksi beton. Hanya cara itu yang mampu mengatasi masalah klasik jalan di Klaten, selama sistim transportasi angkutan galian C belum bisa di tata. Tanpa alternatif itu pembangunan jalan di Klaten khususnya yang ada di jalur padat atau jalur angkutan galian C akan sia sia.
Kepala Bapeda Bambang Mbalak Sigit Sinugroho saat mendampingi Ketua Komisi IV Andi Purnomo SH
“ Membangun jalan berkontruksi beton beayanya memang sangat mahal. Tapi jika kita hitung dengan beaya perbaikan atau perawatan selisihnya tidak banyak. Perbandingan beaya untuk membangun 1kilometer jalan beton sebesar Rp 3,5 milliar, bisa digunakan untuk meningkatkan jalan aspal sepanjang 5 kilometer. Selama kita tidak berani mengambil resiko ini, maka jangan harap masalah jalan di Klaten akan rampung”, ujarnya saat ditemui Mattanews diruang kerjanya.

Menurut Bambang pembuatan jalan dengan kontruksi cor beton tidah hanya diwilayah sekitar tambang galian C, namun juga akan dilakukan diwilayah yang tanahnya labil. Karena jika memaksakan membangun atau meningkatkan jalan hanya dengan aspal hasilnya akan sia- sia. Karena umur jalan tidak akan lama. Sementara umur jalan beton dengan ketebalan 25 centimeter atau lebih memiliki daya tahan lebih dari 10 tahun. Sehingga angka pemeliharaan dan perawataan bisa ditekan seminim mungkin. Namun diakui tidak semua jalan bisa dibangun dengan kontruksi beton pada tahun ini. Hal ini disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang ada.

“Beaya pembuatan jalan cor memang sangat mahal. Namun umur jalan tol bisa lebih dari 10 tahun. Ini berarti Pemda bisa menekan beaya pemeliharaan selama 10 tahun. Karena dapat dipastikan selama 10 tahun jalan Cor tidak memerlukan perawatan atau perbaikan. Kita ingin semua jalan yang rawan rusak atau berada dilahan tanah labil kita bangun dengan cor. Tapi semua dilakukan secara bertahap menyesuaikan keuangan yang ada serta kondisi lapangan”, tegasnya.   

Saat ini lanjut Bambang jumlah jalan Cor di Klaten baru mencapai sekitar 35 kilometer. Jumlah tersebut akan bertambah di tahun 2017 Karena Bupati telah menyetujui pembangunan jalan cor di beberapa ruas jalan sepanjang 15 kilometer. Sehingga hingga tahun 2017 nanti Klaten sudah memiliki jalan dengan konruksi cor beton sepanjang kurang lebih 50 kilometer. Jumlah tersebut menurut Bambang masih sangat jauh dengan kondisi dan panjang jalan di Klaten yang mencapai 769 kilometer.
Kepala PU dan ESDM Klaten Tajudin Akbar bersama pada Bupati Klaten Hj Sri Hartini.
Sementara itu Kepala Dinas PU dan ESDM Klaten Ir Tajudin Akbar didampingi Kasi pembangunan jalan dan jembatan Suryanto ST menjelaskan Jika kita melihat anggaran untuk sarana jalan ada peningkatan yang luar biasa. Dimana pada tahun lalu besar anggaran untuk jalan hanya Rp 70.75 milliar. Sementara di tahun 2017  Bupati menyetujui anggaran sebesar Rp 137 milliar untuk peningkatan sepanjang 50 kilometer dan pemeliharaan jalan sepanjang 150 kilometer.

“Jika dilihat dari angka tersebut jelas sekali Bupati Sri Hartini menaruh perhatian serius terhadap perbaikan infra struktur, khususnya jalan. Dan ini tentunya menjawab semua pertanyaan warga Klaten tentang masalah jalan selama ini”, ujarnya.

Tahun 2016 anggaran untuk perbaikan jalan sebesar Rp 70,75 milliar yang berasal dari dana APBD 10 milliar, DAK 43 milliar dan 2 PoA sebesar Rp 17.75 milliar. Sementara untuk sarana pembangunan atau perbaikan lima buah jembatan sebesar Rp 8 milliar. Sedang tahun 2017 dana untuk perbaikan, peningkatan jalan dan jembatan sebesar Rp 137 milliar.(bersambung2)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...