Komunikasi Dan Koordinasi Kunci Utama Pencegahan Penyakit Masyarakat.

AKP Tri harni saat memberi pembekalan pada warga Wedi
Klaten Mattanews.Com - Pemerintah dan masyarakat terus berupaya untuk menanggulangi masalah penyakit masyarakat (Pekat) seperti narkoba, miras, perjudian, prostitusi, kenakalan remaja, dan gelandangan pengemis (gepeng). Meski begitu, upaya yang telah dilakukan Pemerintah dan masyarakat ini belum menampakkan hasil yang menggembirakan. Untuk itu perlu adanya koordinasi dan kerja sama semua instansi dan elemen masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Kasat Binmas Polres Klaten AKP Tri Harni Sugondo dalam acara pembinaan dan pemantapan kesadaran bela negara bagi masyarakat Kecamatan Wedi dan Gantiwarno yang diadakan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Klaten di GOR Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Selasa (6/12).

AKP Tri Harni Sugondo menjelaskan, penyakit masyarakat ini berdampak bagi pelaku dan bagi orang lain atau kehidupan masyarakat. Dampak bagi pelaku di antaranya pertama, memberikan pengaruh psikologis atau penderitaan kejiwaan serta tekanan mental terhadap pelaku karena akan dikucilkan dari kehidupan masyarakat atau dijauhi dari           pergaulan. Kedua, dapat menghancurkan masa depan pelaku. Ketiga, dapat menjauhkan pelaku dari Tuhan dan dekat dengan perbuatan dosa. Dan keempat, perbuatan yang dilakukan dapat mencelakakan dirinya sendiri.

Tri Harni Sugondo menyampaikan, penyebab penyakit masyarakat ini di antaranya keadaan keluarga yang berantakan (broken home), persoalan ekonomi, pelampiasan rasa kekecewaan, pengaruh lingkungan masyarakat, ketidaksanggupan menyerap nilai dan norma yang berlaku, dan pengaruh kemajuan teknologi.

Untuk itu perlu adanya jalinan komunikasi yang harmonis di keluarga, sekolah, maupun lingkungan tempat tinggal. Kedua, saling mengingatkan akan dampak yang ditimbulkan dari pelaku penyakit masyarakat (saling peduli). Ketiga, mengedepankan norma sosial di lingkungan masyarakat. Keempat, mengedepankan peran tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh daerah. Dan kelima, melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan penyakit masyarakat.  

“Tindakan kepolisian yang dilakukan mulai dari tahap pre-emptif, preventif dan represif dalam penyelesaian penyakit sosial pada dasarnya merupakan fluktuasi tindakan yang mengarah pada penciptaan ketertiban umum,” jelasnya. (Suk3)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...