Klaten Dirikan Posko WPA (Warga Peduli Aids) Hingga Tingkat Desa Guna Cegah Penyakit HIV.

Bupati Klaten Hj Sri Hartini saat hadiri sarasehan hari Aids sedunia
Klaten Mattanews.Com - Kasus penyakit HIV di Kabupaten Klaten terus meningkat. Data dari layanan kesehatan di Kabupaten Klaten mulai tahun 2007 sampai 2016 menyebutkan, terdapat 481 orang terinfeksi HIV. Dari jumlah ini, persentase terbesar ada pada usia produktif. Pernyataan ini disampaikan Bupati Klaten Sri Hartini pada sarasehan dalam rangka Hari AIDS Sedunia 2016 di Pendopo Kabupaten Klaten, Senin lalu.

“Angka ini sangat memprihatinkan. Saya berharap semua jajaran dinas terkait untuk lebih serius melakukan penanganan masalah ini. Semua elemen yang ada harus kita gerakkan, peran serta masyarakat, pendidik, ulama dan penegak hukum harus lebih peka terhadap permasalahan dilapangan agara jumlah ini tidak semakin bertambah”, demikian ditegaskan Bupati usai mengikuti acara pringatan hari Aids sedunia di pendodp Kabupaten Klaten.

Dalam sarasehan yang mengangkat tema “Mari Berubah, Masa Depan Gemilang Tanpa Penularan HIV” itu, Bupati Sri Hartini berharap agar peringatan Hari AIDS Sedunia ini bukan hanya sekadar acara seremonial semata. Namun bisa menjadi gerakan yang nyata dalam menanggulangi dan memberantas penyebaran dan perkembangan epidemi HIV.

“Marilah kita menjaga keluarga kita dengan hidup sehat, meningkatkan kualitas pendidikan agama kepada anak-anak kita agar tidak terjerumus ke dalam kehidupan yang sesat seperti pergaulan seks bebas, narkoba serta mengonsumsi zat-zat berbahaya lainnya. Karena penularan HIV dapat terjadi melalui jarum suntik, seks bebas, atau gonta-ganti pasangan,” ujar bupati.

Sri Hartini menyatakan, untuk mengantisipasi penyebaran dan perkembangan epidemi HIV, maka Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Klaten berupaya melakukan berbagai terobosan seperti membentuk warga peduli AIDS (WPA) di kecamatan, melakukan pemeriksaan atau tes HIV  sedini mungkin, sosialisasi meningkatkan partisipasi masyarakat, serta melakukan pendampingan terhadap Orang Dengan HIV AIDS (ODHA).

Sedang Ketua panitia sarasehan Hari AIDS Sedunia Klaten, Yahmin menjelaskan, sarasehan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Klaten tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Juga untuk mengajak masyarakat agar berperilaku hidup sehat, supaya dapat terhindar dari kegiatan yang menularkan HIV.

“Peserta sarasehan sekitar 350 peserta, terdiri dari Muspida, TNI/Polri, Camat, Kepala Desa, Kepala Puskesmas, pimpinan rumah sakit, warga peduli AIDS, ormas, tokoh agama, tokoh masyarakat, rektor dan mahasiswa, pimpinan perusahaan, dan PKK Kabupaten Klaten,” terangnya. (han/suk)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...