Dengan Sisa Waktu, Pasar Prambanan dan 4 Pasar Lain Di Klaten, Dikhawatirkan Tidak Bisa Capai Target Pendapatan.

Suasana pasar Tiga lantai saat sidak pasar jelang Natal dan tahun baru
KLATEN MATTANEWS.COM – Pasar Prambanan Klaten dan empat pasar lain di Kabupaten Klaten Jawa Tengah dikawatirkan tidak bisa mencapai target pendapatan sesuai jumlah yang ditetapkan. Penyebab gagalnya capaian target disebabkan beberapa faktor. Mulai salah menejemen pengelolaan hingga kondisi pasar yang memang tidak kondusif.

Lima pasar yang dikawatirkan tidak mampu mencapai target pendapatan antara lain, pasar Prambanan, Pasar Jatinom, Delanggu, Tanjung dan pasar Pedan. Dari kelima pasar tersebut hingga Nopember 2016 rata-rata baru mencapai target pendapatan sekitar 12 hingga 85 persen.

Pasar Prambanan dari target pendapataan tahun 2016 sebesar Rp 210.298.000 hingga saat ini pendapatannya mencapai sekitar Rp 159.811.200 atau sekitar 75 persen. Jatinom dari target sebesar Rp 350.079.700 baru terealisasi sebesar Rp 275.751.362 (78.77%). Pasar Delanggu target sebesar Rp 268.762.600 baru tercapai Rp 230.233.300 (85,66%), sementara pasar tanjung dari target Rp 190.431.000 hingga saat ini baru mencapai Rp 130.213.150 (68,38%). Sedang capaian paling rendah dialami pasar Pedan yang hingga saat ini baru mencapai target pendapatan 43.802.100 atau 12,05 persen dari target yang dibebankan sebesar Rp 363.571.200.   

Sumber di Disperindagkop dan UMKM Klaten menjelaskan untuk dua pasar yakni pasar Pedan dan pasar Delanggu dapat dimaklumi karena terjadi berbagai persoalan dan gejolak setelah pasar di bangun. Seperti misal pasar Delanggu, dimana banyak pedagang yang tetap bertahana dia pasar darurat yang berada dilapangan Merdeka, hal sama juga dialami pasar Pedan dimana sebagian besar pedagangnya tetap menetap berjualan di lapangan Keden dan kini telah berubah menjadi pasar Desa. Disamping itu masalah dengan pihak pengembang atau kontraktor juga menjadi kendala utama mengapa pasar Pedan hingga kini masih kembang kempis. 
Suasana pedagang dipasr tiga lantai kota Klaten
Sementara tanda tanya besar terjadi di pasar Prambanan dan pasar Jatinom, karena selain pasar tradisional yang besar disini juga mengelola pasar hewan yang menurut data informasi setiap pasaran seharinya mampu menghasilkan pendapatan Rp 2 juta hingga Rp 4 juta. Sehingga jika sampai saat ini belum mampu mencapai target maksimal sangat dipertanyakan kemana larinya uang ristribusi tersebut.

“Untuk pasar Delanggu dan pasar Pedan kita semua maklum dengan kondisi pasar yang ada. Namun untuk yang lain memang menimbulkan berbagai pertanyaan dan dugaan.  Sehingga jika sampai Desember nanti kedua pasar besar tersebut tidak mampu mencapai target, seharusnya ada sangsi bagi kepala pasar yang bertugas disana”, tegasnya.

Sementara untuk pasar lain sepeti Plaza Matahari saat ini sudah mencapai target pendapatan 95 persen atau Rp 466.563.562 dari target sebesar Rp 490.433.500. Hal sama juga terjadi di pasar tiga lantai (pasar gede kota) mencapai target 89,83 persen atau Rp 326.653.409 dari target Rp 363.620.066. Sementara pasar Srago dari target pendapatan Rp 242.995.000 telah tercapai Rp 218.015.650 atau 89.72 persen.

Ketiga kepala pasar tersebut diatas saat dikonfirmasi menyatakan sangat optimis dengan sisa waktu yang ada taget akan tercapai bahkan mungkin lebih.” Dengan sisa waktu yang ada kita optimis akan mencapai target bahkan mungkin lebih”, ujar badarudin lurah pasar tiga lantai (get/now)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...