Bupati Klaten Sri Hartini Kunjungi Korban Tanah Ambles Di Karangpakel dan Cawas..

Rumah warga yang hancur dan siap dirobohkan karena ambles
Klaten Mattanews.Com - Bupati Klaten Sri Hartini kunjungi tanah ambles di tebing kali Santren serta rusaknya pondasi jembatan  yang tergerus air sungai, di Dukuh Santren, Karangpakel, Trucuk. Senin (5/12). Tanah retak dan ambles menyebabkan rumah Mitro Diharjo terpaksa di robohkan dan penghuninya di ungsikan. Dalam musibah ini sedikitnya 4 rumah disekitar rumah Mitro terncam ikut ambles. Dalam peristiwa ini kerugian diperkiran mencapai ratusan juta.

Dalam kunjungannya yang didampingi Kepala PU dan ESDM Ir Tajudin Akbar, Kepala Bapeda Bambang Mbalak Sigit Sinugroho dan Kepala BPBD Bambang Giyanto, selain melihat kondisi lokasi kejadian dan mencari solusi dalam penengananya, bupati juga menyerahkan bantuan kepada pemilik rumah terdampak tanah ambles.

“Untuk penanganan jangka pendek kita serahkan ke BPBD serta dinas terkait, dan untuk penenganan lebih lanjut saya telah perintahkan kepala bapeda untuk menganggarkan yang  nantinya  akan di tangani oleh Dinas PU” ujar Bupati Klaten saat ditanya wartawan di lokasi kejadian.
Bupati Sri Hartini saat sidak didampingi kepala PU Klaten Ir Tajudin Akbar (bertopi)
Dengan kondisi tersebut lanjut bupati Klaten Sri Hartini, menginstruksikan agar segera di lakukan penanganan lebih lanjut guna menghindari longsor susulan serta ambruknya jembatan. Sehingga meminimalisir terjadinya korban atau jumlah kerugian.

Selain berdampak pada rumah Mitro Diharjo, Retak dan amblesnya tanah tebing sungai di Santren, Karangpakel, Trucuk juga mempengaruhi arus transportasi masyarakat yang menggunakan jalur alternatif tersebut. Karena tanah yang retak dan ambles, mengenai sebagian badan jalan. Sehingga sebagian jalan terpaksa di tutup. Sementara jalan tersebut merupakan jalur alternatif dari Krakitan dan Rowojombor menuju Klaten.

Kepala Bapeda Klaten Bambang Sigit Mbalak Sinugroho didampingi Kepala PU dan ESDM Ir Tajudin Akbar menjelaskan Bapeda akan menganggarkan dana untuk perbaikan tanggul secara permanen dan perbaikan sementara jembatan agar bisa dilalui pada tahun 2017 nanti. Baru pada tahun 2018 Bapeda akan mengganggarkan dana untuk membangun kembali jembatan tersebut.

“Untuk langkah darurat dan antisipasi, tahun 2017 talud sungai akan kita bangun permanen dan kerusakan pada pondasi jembatan kita perkuat dengan perbaikan sementara. Baru pada tahun 2018 jembatan ini kita ganti dengan jembatan baru. Yang terpenting saat ini jembatan tetaap bisa berfungsi dan aman untuk dilalui”, tegasnya.
Pondasi jembatan yanag terus tergerus dan rusaka jika datang banjir
Kepala PU dan ESDM Tajudin menjelaskan rusaknya jembatan karena hantaman air yang deras disertai sampah yang mengakibatkan tiang penyanggga bergeser, sementara air yang tertahan menggerus tanah disekitar pondasi. “Untuk sementara masih cukup aman dengan catatan tidak terjadi banjir besar lagi yang disertai sampah”, ujarnya.

Sementara usai mengunjungi warga di Karangpakel orang nomor satu di Klaten ini menuju sungai Cino yang berada di desa Pogung, kecamatan cawas. Disini Bupati melihat langsung jebolnya tanggul sungai Cino sepanjang 10 meter karena dihantam banjir beberapa waktu lalu. (hil)
  
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...