2017 Rp 137 Milliar Khusus Untuk Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan Di Klaten

Kepala PU dan ESDM Klaten Ir Tajudin Akbar dan Staf tinjau pelaksanaan jalan lingkar Delanggu
Klaten Mattanews.Com – Dulu pernah ada anekdot yang berbunyi demikian, “Jika kita terlelap tidur dalam perjalanan dan tiba tiba terbangun karena mobil melintas dijalan berlubang dan rusak, berarti kita sudah sampai di Klaten”.  Mulai Tahun 2017 istilah itu tampaknya tidak akan relewan lagi, ketika Bupati Klaten Hj Sri Hartini SE berkomitmen dalam 5 tahun pemerintahnnya Jalan merupakan skala prioritas yang harus didahulukan agar jalan Klaten mulus dan baik. Dan mulai tahun 2017 anggaran sebesar Rp 137 Milliar dikucurkan khsusus untuk peningkatan dan pemeliharaan jalan dikabupaten Klaten. Berikut laporan wartawan Mattanews. Abah Hilal Alfarouq dan Neo Ramadhan ditulis dalam 3 episode.

Saat Klaten memiliki jalan sepanjang 769,86 kilometer. Jika dibanding dengan kota lain di Jawa Tengah, Klaten menempati urutan ke 3 setelah Kabupaten Cilacap. Dari jumlah tersebut semua jalan yang ada bertipe kelas III atau jalan Kabupaten dengan beban berat maksimal 8 ton.

Permasalahan Klasik bagi jalan di Klaten ialah hari ini diperbaiki besok pagi sudah jebol. Sehingga Klaten dikenal sebagai jagoan jalan rusak. Bagi masyarakat yang belum paham dan tahu permasalah yang mendasar, seketika akan langsung menyalahkan Bupati, PU atau konraktror yang diangap tidak becus membuat jalan yang baik dan berkualitas. Namun gagal paham tersebut bisa membuat masyarakat mengerti setelah kepala PU dan ESDM Ir Tajudin Akbar dan Kasi pembangunan Jalan dan jembatan Klaten Suryanto memberi penjelasan detail dan ilmiah tentang kondisi jalan di Klaten yang sebenarnya.
Angkutan over kapasitas inilah penyebab utama hancurnya jalan di Klaten
“Jalan di Klaten sebenarnya bisa bertahan lebih dari 5 tahun jika dilalui dengan kendaraan yang memiliki beban berat sesuai ketentuan, menginat jalan di Klate semuanya bertipe kelas III. Namun yang terjadi di Klaten sudah kelewat batas. Jalan kelas III yang hanya mampu menahan beban berata 8 Ton, setiap hari harus menanggung bebang berat truk muatan galian C dengan volume lintas sehari mencapai lebih dari 1000 truk, dengan beban berat diatas rata- rata 10 ton. Inilah penyebab utama mudahnya jalan di Klaten hancur”, demikian ditegaskan Ir Tajudin Akbar saat melakukan sidak jalan cor lingkar barat Delanggu.

Dengan kondisi ini maka wajar jika umur perbaaikan atau peningkatan jalan di Klaten hanya mampu bertahan seumur jagung. Bahkan sebaik apapun yang telah dilakukan kontraktor dalam membangun jalan hasilnya akan sia sia jika masalah overloud muatan angkutan di Klaten tidak segera di tertibkan. Hal ini khususnya terjadi di wilayah Klaten bagian utara atau jalan yang merupakan jalur angkutan truk galian C.
Pembangunan mulai bisa dirasakan jalan kampungpun sudah mulai dibeton mulus
Menurut Tajudin salah satu alternatif yang mampu mengatasi hal tersebut ialah membangun jalan dengan menggunakan beton dengan ketebalan tertentu. Namun hal ini tidak serta merta bisa dilakukan secara menyeluruh mengingat anggaran yang diperlukan sangat besar. Sebagai perbandingan untuk pembuatan jalan dengan kontruksi cor beton setiap kilometernya membutuhkan beaya sebesar Rp 3,5 milliar dengan ukuran lebar 5 meter tebal 25 centi. Dana sebesar ini jika untuk membuat jalan dengan spesifikasi aspal bisa mendapat jalan aspal mulus sepanjang 5 kilometer.

Menurut Tajudin beruntung Klaten memiliki Bupati Sri Hartini. Karena mulai tahun 2017 orang nomor satu di Klaten ini akan menjadikan masalah jalan akan sebagai salah satu scala prioritasnya. Bahkan beliau sudah mencanangkan tekadnya selama 5 tahun kepeimpinannya jalan di Klaten harus baik dan mulus. Sehingga tak ada lagi istilah Klaten berlobang atau Klaten jagonya jalan berlobang. Dan guna menunjang tekad dan program tersebut,Tajudin menegaskan PU dan jajaran isntasi terkait siap mengawal, melaksanakan dan menjalankan semua intruksi sesuai harapan dan tekad Bupati Sri Hartini dalam upaya menuju Klaten Yang Maju Mandiri Dan Berdaya saing. (bersambung)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...