Warga Jonggrangan Klaten Kethar-Kethir "Dibayangi Maut" Kren Menara Masjid Agung Al'Aqzha

Kren di menara masjid Agung Al'Aqzha "Klaten mengancam" warga sekitar
Klaten Mattanews.Com - Warga Jonggrangan, Rt 01.Rw. 02 .mengkhawatirkan keberadaan kren masih berdiri di lingkungan masjid Agung Alaqsha. Ke khawatiran tersebut di sebabkan kondisi cuaca exstrem yang terjadi di wilayah Klaten beberapa hari terakhir. Dimana Klaten termasuk daerah rawan bencana mulai dari erupsi merapi, gempa banjir dan puting beliung.

Mensikapi hal tersebut warga Jonggrangan, khususnya warga RT. 02 Rw. 01 meminta kepada pemborong pekerjaan tower melalui Dinas pekerjaan Umam & ESDM Klaten untuk segera membongkar kren masjid Al Aqsha. Hal ini di ajukan, untuk menghindari hal terburuk akibat kondisi cuaca saat ini.

“Kren roboh bisa saja terjadi, dan saat ini arah kren menghadap ke komlpeks perumahan warga kami, dan seandainya kren tersebut  roboh, itu maut bagi kami, dan warga yang jadi korbannya. Untuk itu kami meminta pihak terkait untuk segera membongkar kren tersebut sehingga tidak lagi menimbulkan rasa was-was bagi warga kami”, ujaar salah satu warga Rt 01/02 desa Jonggrangan.

Menilik pekerjaan yang ada di lingkungan masjid Al Aqsha, menurut Kepala Desa Jonggrangan ,  Sunarno. SE, seharusnya kren tersebut sudah di bongkar, karena sudah beberapa bulan ini tidak ada pekerjaan atau kegiatan fisik yang dilakukan. Sehingga bisa di katakan  pekerjaan telah selesai. Dirinya justru bertanya mengaa pihak rekanan yang mengerjakan tower  tidak segera membongkar kren tersebut padahal pekerjaan sudah selesai. Ada apa dibalik semua ini.

“Kalau di lihat, sudah tidak ada lagi pekerjaan di lingkungan masjid, kenapa kren dibiarkan disitu hingga berbulan bulan tidak di bongkar” ujar Sunarno. Ditambahkan keberadaan Kren membuat warganya was-was, mengingat cuaca extrem yang terjadi akhir-akhir ini.
Kabag Pembangunan Klaten Sigit Gatot Budiyanto
Sementara itu beberapa sumber justru mempertanyakan ada apa kren dibiarkan berbulan bulan dilokasi, padahal pembangunan tower masjid sudah selesai beberapa bulan lalu. Padahal jika hitungan bisnis kontraktor akan mengalami kerugian puluhan juta jika alat tersebut hanya dongkrok berbulan bulan disitu. “Ini pertanyaan yang justru menggelitik warga, ada apa dibalik tetap kokohnya kren disitu”, ujar sumber.

Kepala Dinas PU dan ESDM yang baru Tajudin Akbar saat dikonfirmasi tengah tugas luar di Balikpapan. “ Maaf mas saya baru beberapa bulan menjabat kepala PU sehingga belum tahu betul kondisi lapangan, sehingga saya belum bisa memberi keterangan detail”, ujarnya.

Kepala Bagian pembangunan Klaten Sigit Gatot Budiyanto selaku pengawas dan pengendali pembangunan Klaten saat dikonfirmasi menegaskan pihaknya telah memerintahkan PPKOM pengguna anggaran dan pihak penyedia jasa untuk segera membogkar kren karena pekerjaan sudah selesai dan keberadaanya rawan dan membahayakan. Namun hingga kini perintah lesan dan tertulis belum juga ditindak lanjuti pihak PPKOM maupun penyedia jasa.

“Saya telah perintahkan baik lesan dan tertulis pada petugas PPKOM dan penyedia jasa untuk segera mencopot kren. Karena selain pekerjaan sudah selesai, keberadaanya sangat membahayakan warga sekitarnya, mengingat cuaca akhir akhir ini yang cenderung super extrem”, tegasnya (alfarought)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...