SDA Masih Kekurangan Ribuan Karung. Kerugian Banjir Di Klaten Telah Capai Rp 15,5 Milliar.

Sungai Dengkeng yang bermuara di Aliran Bengawan Solo
Klaten Mattanews.ComGuna menghadapi musim penghujan UPTD Pengairan PU Klaten masih kekurangan sekitar 10 ribu karung guna penanggulangan antisipasi banjir di musim penghujan mendatang. Saat ini stok karung tinggal tersisa sekitar 5000 lembar. Jumlah tersebut jauh dari cukup jika melihat kondisi sungai di Klaten yang rawan banjir jika turun hujan lebat. Sementara akibat bencana banjir yang menimpa Klaten selama ini kerugian mencapai sekitar Rp 15,5 milliar rupiah.

“Untuk antisipasi banjir terutama akibat bobolnya tanggul sungai, kita masih kekurangan karung dan kawat bronjong. Mudah mudahan dalam waktu ekat masalah ini akan segera teratasi, karena sudah ada ploting anggraan dari APBD untuk pengadaan sekitar 15 ribu lembar karung serta kawat bronjong”, demikian ditegaskan Kepala Bidang Sumber daya Air Dinas PU dan ESDM Klaten Pramana. W saat ditemui diruang kerjanya.

Menurut Pramana saat ini ada lebih dari 10 titik rawan yang berpotensi mengakibatkan terjadinya bencana banjir. Titik titik tersebut ada di 7 wilayah kecamatan khsusunya yang dilewati aliran sungai Dengkeng yang bermuara di sungai Bengawan Solo. Dan untuk saat ini yang bisa dilakukan pihak SDA hanya melakukan penguatan tanggul dengan pemasangan karung bersisi pasir dan bronjong kawat, pemantauan serta sosialisasi kepada warga untuk merawat sungai agar tidak berakibat meluapnya air.
Kabid SDA PU dan ESDM Klaten Pramana AW.
Di Klaten saat ini ada 86 aliran sungai. Dari jumlah tersebut ada 10 sungai yang memiliki potensi bisa menimbulkan bencana banjir. Seperti misal sungai Birin, Sungai Ujung sungai Pacing. Hal ini disebabkan karena hilir sungai tersebut merupakan daerah rendah, sehingga banjir yang terjadi karena luapan air dari hulu yang tak mampu dibendung. Sehingga saat ini 7 wilayah kecamatan seperti Gantiwarno, Bayat, Cawas, Karangdowo, Juwiring, Wonosari dan Pedan rawan terkena luapan banjir.

Sementara tanggul jebol rawan terjadi disepanjang tanggul sungai Dengkeng yang melintas di wilayah Bayat, Cawas Karangdowo Dan Juwiring. Karena di wilayah inilah kumpulan air terjadi sehingga luapan airnya mampu menggerus tanggul sungai. Sedang di Gantiwarno wilayah yang rawan ada di desa Bometen.     

Terkait jumlah kerusakan yang dialami selama ini lebih jauh Pramono menjelaskan, hingga saat ini kerugian yang diakibatkan banjir di wilayah Klaten telah mencapai angka sekitar Rp 15,5 milliar. Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah jika hingga Desember nanti masih ada hujan lebat yang berpotensi banjir besar. Sehingga estimasi kerugian akibat bencana banjir untuk tahun ini sekitar Rp 20 milliar. “ Kerugian paling besar ada pada kerusakan tanggul, jembatan saluran irigasi dan lahan pertanian penduduk, seperti misal gagal panen. ”, ujarnya. (get/now)


Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...