Klaten Akan Kembangkan Wisata Air. Lurik, Pangan Dan Air Siap Jadi Brand Klaten

Bupati Klaten Hj Sri Hartini diruang kerja
Klaten Mattanws.ComKlaten akan mengembangkan tiga sektor unggulan yang nantinya diharapkan bisa menjadi brand Klaten yang tidak dimiliki daerah lain. Dari berbagai unggulan yang ada tampaknya wisata air, masalah pangan dan kerajinan Lurik dan batik akan menjadi produk ungulan yang diharapkan mampu mengangkat perekonomian rakyat dan nama Klaten dikancah nasional.  

Saat ini Klaten memiliki lebih dari 100 umbul mata air dengan 4 umbul mata air yang sudah melegenda yakni umbul ponggok, umbul Jolotundo, umbul Cokro dan sumber mata air Pluneng di wilayah Kebonarum. 4 sumber mata air besar tersebut tentunya masih didukung sumber air lainnya seperti umbul Brintik dan masih banyak lagi.

Sementara di sektor pangan, Klaten masih akan terus mempertahankan predikat sebagai daerah peyangga pangan Nasonal dan lumbungnya Jawa tengah dengan melakukan berbaga diversifikasi dan inovasi tanaman seperti telah berhasilnya Dinas Pertanian Klaten memperpendek umur padi Rojolele yang semula 5 bulan menjadi 1 bulan dengan kualitas hasil yang sama. Sementera disektor kerajinan Batik serta lurik Klaten yang sudah terbang ke berbagai negara asing akan semakin dikembangkan dengan pemihakan baik berupa modal, pemasaran serta desain grafis, sehingga lurik dan batik Klaten punya ciri khas tersendiri.
Obyek wisata Rowo Jombor Krakitan Bayat Klaten
“Klaten kota air dan kaya air. Maka sudah saatnya pariwisata di sektor ini kita tingkatkan agar berkembang dan memiliki daya saing tinggi dengan wisata air daerah lain. Wisata air OMAC akan kita kembangkan sedemikian rupa termasuk adanya gagasan desa Pluneng yang akan membangun komplek pemandian Pluneng sebagai obyek wisata air dengan fasilitas lengkap. Ini yang kita harapkan agar kedepan Klaten memiliki ciri khas dengan potensi lokalnya”, demikian dijelaskan Bupati Klaten Hj Sri Hartini saat menerima Mattanews dirung kerjanya.

Menurut Bupati keberhasilan Ponggok mengelola obyek wisata air hingga bertaraaf Internasional hendaknya bisa dijadikan pioner untuk wisata air lainnya di Klaten. Jangan sampai Klaten yang kaya sumber mata air justru tidak memiliki obyek wisata air yang representatif dan bisa dibanggakan.
Obyek wisata pemandian Pluneng Kebonarum
” Kita berharap setiap orang masuk Klaten langsung akan terekam memori pikiranya tentang obyek wisata air, lurik dan kelezatan beras Klaten. Inilah brand unggulan yang kita harapkan mampu mengangkat Klaten kedepan”, harapnya.

Untuk mengupayakan tersebut Srikandi Klaten ini menjelaskan sudah meminta pada Kepala Bapeda Klaten Bamabang Mbalak Sigit Sinugroho agar tahun depan pos – pos tersebut mendapat perhatian serius. “misalnya obyek wisata air OMAK cokro Klaten tahun depan ini, akan kita revitalisasi dan kita desain ulang agar lebih nyaman dan bisa menarik wisatawan lokal dan mancanegara, karena pemandangan dan suasana alam sekitarnya sangat mendukung”, ujarnya.    
Obyek wisata OMAC Cokro Tulung
Yang tak kalah penting dalam pengembangan wisata air menurut Bupati ialah penataan kembali obyek wisata Rowo Jombor di Krakitan Bayat agar bisa kembali mengalami kejayaan seperti tahu tahun sebelumnya. Untuk itu PU dan dinas terkait diminta untuk segera menindak lanjuti program penataan Rowo Jombor yang telah ada, agar roh wisata Syawalan bisa naik lagi pamornya seperti masa masa 30 tahun yang lalu.

“Kita berharap dan punya angan-angan Rowo Jombor tidak hanya seperti sekarang. Kedepan diwaduk ini bisa kita kembangkan wisata air yang lebih nyaman dan komplit sekaligus mampu dijadikan sarana olah raga air seperti dayung atau ski air”, harap Bupati.(red)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...