Dua Kursi Roda Buat Difabel Korban Gempa Dari KORPRI BPBD Propinsi Jateng.

Para Difabel saat menerima bantuan kursi roda dari Korpri BPBD Jateng
Klaten Mattanews.Com - Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia (KORPRI) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah membantu para difabel korban gempa tahun 2006 yang tergabung dalam perkumpulan Spinal Cord Injury (SCI) Klaten. Bantuan berupa dua kursi roda, sembako, obat-obatan, nutrisi, dan sebagainya ini diserahkan Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah Sarwa Pramana kepada Ketua perkumpulan SCI Klaten Supriyadi di Sekretariat SCI Klaten di Dukuh Krangkungan, Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten(12/11).

Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah Sarwa Pramana menyampaikan, bantuan ini berasal dari iuran anggota KORPRI BPBD Jateng. Sedang dua kursi roda adalah sumbangan dari BAZNA BPBD Jateng. Sementara untuk obat-obatan yang senilai Rp 5,9 juta itu dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng.  

“Kami juga memberikan bantuan sembako, telur, nutrisi, dan sebagainya. Ini adalah bentuk rasa berbagi kami kepada mereka. Karena rasanya aneh kalau kami tidak trenyuh ketika melihat mereka. Maka, kami hadir di sini untuk peduli. Karena itu, silakan bantuan ini diterima, dan semoga dapat bermanfaat,” katanya.

Sarwa Pramana menyatakan, Pemerintah telah berkomitmen untuk memberikan akses kemudahan bagi difabel. “Sekarang ini, di kantor publik, trotoar, jalan, dan sebagainya telah diberikan akses kemudahan bagi difabel. Pemerintah juga sedang menyusun peraturan mengenai Layanan Inklusi Disabilitas (LIDI),” ujarnya.  

Sedang Ketua perkumpulan SCI Klaten Supriyadi mengucapkan terima kasih atas respon cepat dari BPBD Jateng ini. “Terima kasih atas bantuan dari BPBD Jateng ini. Bantuan ini akan kami distribusikan kepada anggota yang membutuhkan,” ucapnya.

Supriyadi menambahkan, selama ini, Pemerintah telah membantu para korban gempa ini dengan memberikan mereka Kartu BPJS. Namun kesulitan mereka yang dialami adalah saat akan berobat ketumah sakit karena sulitnya transportasi.

“Maka kami bersyukur masih ada relawan yang mau menolong kami. Kalau boleh, kami mohon bantuan 5 kursi roda lagi. Karena selama ini kami terpaksa melakukan “kanibal” terhadap kursi roda yang sudah ada”, paparnya.

Supriyadi menjelaskan, difabel korban gempa tahun 2006 yang tergabung di SCI Klaten ada 90 orang. Namun sekarang tinggal 20 orang. Dari sejumlah itu, 10 orang diantaranya menderita luka decobitus (luka tekan). “Sebagian besar dari mereka adalah ekonomi lemah, dan menjadi tulang punggung ekonomi bagi keluarganya,” terangnya. (L.suk3)

Share on Google Plus

Salam mattanes

1 komentar:

  1. inilah kegiatan-kegiatan yang harus kita lakukan yaitu kegiatan positif yang bisa berguna untuk orang lain/bangsa dan negara

    ReplyDelete

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...