Dengkeng Murka. Dua Desa Tergenang Air. 180 Hektar Sawah Terendam Banjir.

Sungai Dengkeng 2 jam sebelum airnya meluap
KLATEN Mattanews.Com Hujan deras yang mengguyur kota Klaten sejak pukul 13.00 hingga larut malam, Rabu (9/11) mengakibatkan banjir dan luapan air dimana – mana. Selain itu puluhan pohon yang tumbang akibat terkena angin kencang menyebabkan bebarapa daerah mengalami pemadaman listrik sementara.

Beberapa daerah yang mengalami musibah pohon tumbang antara lain Desa Malangjiwan di kecamatan Kebonarum, desa Kokosan di Kecamatan Prambanan, Bendo Gantungan desa Sumberjo Klaten Selatan  serta beberapa tempat lain. Akibatanya selain jaringan listrik terputus, arus lalu lintas tersendat karena pohon melintang ditengah jalan. Musibah langsung ditangani Pasukan TRC ( Tim Reaksi Cepat) dari BPBD Klaten.

Selain itu hujan deras juga mengakibatkan jebolnya tanggul sungai. Di dusun Modran kecamatan Cawas talut permanen milik BBWS jebol sepanjang 15 meter dengan tinggi 1 meter. Akibatnya, air meluap dan menggenangi talang, dan dua desa di kecamatan cawas, yakni bawak dan desa cawas. Empat kk di desa  cawas sempat memindahkan keluarganya ke rumah tetangganya. Sementara beberapa sekolah tidak bisa menggelar upacara hari pahlawan, di Cawas diantaranya SD Negeri 1 dan 3 bawak, SD IT  Al fajar Bawak dan SD 3 Gaden, Trucuk serta SD Mlese karena air masih menggenang dihalaman sekolah.

"Jebolnya tanggul modran mengakibatkan air meluap membanjiri dua desa di Kecamatan Cawas yaitu Dk. Sentul dan Bawak yang berdampak 4 KK terpaksa di ungsikan, dan  180 hektar sawah dengan usia padi sekitar 2 Minggu juga terendam" Ujar Muh. Natsir Camat Cawas. Kamis (10/10).
Hamparan sawah petani terancam gagal panen
Selain 2 desa di kecamatan Cawas, jebolnya tanggul BBWS di Modran juga berdampak banjir di 4 desa Kecamatan Bayat yaitu desa Wiro, Talang, Beluk, dan Krakitan, bahkan air mencapai ketinggian 1 meter. Sedangkan di kecamatan trucuk, banjir melanda desa kalikebo, yang merupakan daerah langganan banjir.

Akibat kejadian tersebut, BPBD Klaten bersama BBWS Bengawan solo, TNI, Polri, serta relawan melakukan aksi pegamanan dan evakuasi warga. 60 bronjong kawat dan ratusan karung didatangkan guna perbaikan tanggul yang jebol.

Kepala BPBD Klaten, Bambang Giyanta, menghimbau agar warga untuk meningkatkan kewaspadaan, karena hujan diperkirakan masih akan turun. Ronda malam terutama saat turun hujan penting dilakukan, agar jika terjadi luapan air bisa diketahui secara dini dengan cara memukul kentongan tanda bahaya.”Saya berharap warga mau melakukan ronda malam khususnya jika turun hujan agar jika terjadi banjir bisa diketahui secara dini”, harapnya.(alfarouq)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...