7 Rumah Warga Gedongan Brangkal Disambar Petir. Ny Marinem Shock Takut Keluar Rumah

Sumarjo perangkat desa Brangkal Wedi Klaten
Klaten Mattanews.Com – Marinem (46) warga Desa Brangkal Kecamatan Wedi Klaten Jawa Tengah, hingga kini masih shok dan tak berani keluar rumah karena rumahanya tersambar petir. Walau tidak mengalami cidera serius namun yang besangkutan hingga kini masih trauma atas kejadian yang menimpanya beberapa hari lalu. Hujan deras disertai sambaran petir yang turun pada Selasa kemarin mengakibatkan tujuh rumah warga rusak. Kerusakan paling parah menimpa rumah Suparno.

Kaur Umum Desa Brangkal Sumarjo saat ditemui di Kantor BKAD-UPK Kecamatan Wedi menyampaikan, rumah yang mengalami kerusakan itu milik Marno, Suparno, Dirjo Suwarno, Mitro Mariyo, Mangun Sukarto, Mislam Eko Tinoyo, dan Suparti. Sampai hari itu, kejadian tersebut belum dilaporkan ke pihak terkait.

“Rumah yang tersambar petir itu gentingnya pecah dan kerpusnya ambyar. Atap terasnya rusak dan gentingnya berhamburan. Tak berselang lama, warga dengan dikoordinir Pak Ketua RT dan RW bergotong-royong memperbaiki rumah yang rusak,” katanya.

Modin Sumarjo menambahkan, rumah yang tersambar petir itu listriknya menjadi padam untuk sementara waktu. “Kabel dari box sekring sampai standar terbakar. Sebagian alat elektronik seperti TV juga rusak. Aliran listrik sempat mengalami eror. Ketika kabelnya dicek, arus listriknya on, tetapi stroom-nya nggak sampai,” ujarnya.

Sumarjo menyatakan, sambaran petir itu memang tidak memakan korban jiwa. Tetapi Marinem (46), warga yang rumahnya tersambar petir, sempat kaget luar biasa dan mengalami shock. Kaki terasa sangat panas dan gemetaran. Bahkan, selama dua hari, Marinem tidak bisa berdiri. “Dua hari setelah peristiwa itu, Marinem masih mengalami shock. Bahkan, saat diampiri ngaji dia tidak mau berangkat. Takut kalau tersambar petir,” ucap Sumarjo. (L.suk2)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...