30 Pelaku Seni Meriahkan Festival CANDI KEMBAR 2016 Selama 1 Bulan Di Prambanan Klaten.

Berbagai kesenian meriahkan festival candi kembar
Klaten Mattanews.Com – 30 pelaku seni dari Klaten Yogykarta dan ISI Solo menggelar berbagai kesenian dalam acara pembukaan Festival CANDI KEMBAR 2016 yang mulai digelar di pelataran Candi Plaosan desa Bugisan kecamatan Prambanan kabupaten Klaten, Jawa Tengah Sabtu ( 5/11). Dalam festivala yang berlangsung selama 1 bulan tersebut akan digelar berbagai seni dan budaya tradisional, kontemporer maupun modern.

Acara  yang diikuti ratusan peserta dari berbagai elemen masyrakat sanggar seni dan mahasiswa jurusan seni tersebut dibuka gubernur Jateng yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata Propinsi Jawa Tengah Prasetyo Hari Prabowo, ditandai dengan penanaman Pring (Bambu) Sedhapur. Hadir dalam acara tersebut  Asisten Prekonomian Pembangunan dan Kesra Setda Haji Slamet Widodo,Kepala Disbudparpora Klaten Haji Jaka Wiyana dan undangan lainnya. 

Kepala desa Bugisan Heru Nugraha mengemukakan, Festival Candi Kembar di kawasan Candi Plaosan Prambanan dijadwalkan berlangsung selama sebulan mulai tanggal 5 Nopember hingga 4 Desember 2016 Kegiatan dilakukan bekerjasama dengan komunitas Mandapa dan dukungan Fakultas Geografi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta serta Pusat Study Tari Dunia Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta ini akan menampilan berbagai seni dan budaya tradisional, kontemporer maupun modern. Festival hanya akan digelar setiap hari Sabtu dan Minggu.
Tari bali ikut tampil di festival candi kembar
Kegiatan dikemas dengan nama Pentas Paseduluran Hamemayu Hayuning Bawono tersebut menampilkan Seni Silaturrohim Kolaborasi Karya Bersama Wayang Milenium Wae (Institut Sengkerta Indonesia). Konser Musik Perkusi Patrol Jember dari Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Jember (IKPMJ) yang belajar di Yogyakrta , Komunitas Rimbun Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta juga Rampak Gedrug Magic TMB,diiringi musik Gejog Lesung, Karawitan, Gitar elektrik dan muik Pring Sedhapur. 

Menurut Konseptor kegiatan Ki Mujar Sangkerta, Thema Hamemayu Hayuning Bawono dimaksudkan sebagai upaya untuk selalu melakukan Kebaikan diseluruh negeri utamanya disekitar candi Plaosan. Dengan pengertian masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan, menjaga semangat gotong royong, tolong menolong dalam kebaikan serta selalu berpikir dan berbuat positif tidak merugikan pihak lain.

Inovasi yang dilakukan pemerintah desa Bugisan yang mendapat dukungan sepenuhnya dari Pemkab Klaten merupakan terobosan berani dalam hal dunia wisata di Klaten yang memang sejak belasan tahun terakhir ini lesu. Dengan memanfaatkan keberadaan candi Plaosan (candi kembar) satu satunya yang ada di dunia ini, diharapkan sektor wisata di Klaten akan tumbuh dan bergairah.
Bupati Klaten Hj Sri Hartini saat tinjau desa wisata Bugisan Candi Kembar
Bupati Klaten Hj Sri Hartini saat mengunjungi desa wisata ini menegaskan Pemkab akan mendukung sepenuhnya kegiatan festival candi kembar dalam upaya menghidupkan perekonomian di Klaten dari sektor wisata. Bahkan jika memang memungkinkan festival candi kembar bisa menjadi kalender wisata tahunan, dimana kecantikan candi kembar yang didukung dengan sajian berbagai kesenian daerah akan mampu menarik wisatawan domestik dan manca negera.

“Lokasi dan pemandangannya sangat mendukung apalagi dekat dengan candi Prambanan. Maka komplek wisata candi kembar ini akan memiliki prospek cerah jika digarap dan ditata dengan baik dan profesional”, ujarnya. (han/red)   

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...