1200 Siswa SMU Di Klaten Digembleng Jiwa Nasionalisme Dan Wawasan Kebangsaan

Asisten III Setda Winoto saat pembekalan kebangsaan pada siswa SMU Klaten
Klaten Mattanews.Com - Bertempat di ruang aula Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Karangnongko, Senin (14/11) diselenggarakan acara Launching Sosialisasi Wawasan Kebangsaan diikuti 1200 Siswa SMA/SMK se-kabupaten Klaten. Kegiatan secara resmi dibuka Asisten Administrasi Sekda H Sri Winoto mewakili bupati, disaksikan Muspida, Muspika dan Kepala sekolah.

Kepala Kantor Kesatuan Kebangsaan dan Politik Klaten yang juga ketua panitia Hadi Saputra mengatakan maksud tujuan sosialisasi untuk memberikan gambaran pada generasi muda tentang ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) dari kelompok radikal atau lainnya, yang berkeinginan merongrong keberlangsungan hidup bangsa dan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI)

Selain wawasan kebangsaan menurut Hadi lebih lanjut, bekal mental sikap mental dan pola pikir yang nasionalis juga kita berikan sehingga mampu mengaplikasikan semangat kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Tampil sebagai pemateri dari Kodim 0723/Klaten, POLRES Klaten, Dinas Pendidikan dan Kesbangpol Klaten.`

sosialisasi wawasan kebangsaan sendiri diikuti 1200 siswa SMA/SMK negeri/swasta mulai tanggal`14 hingga 19 November 2016. Kegiatan menggunakan metode ceramah, dialog dan tanya jawab. Selin di SMAN 1 Karangongko penyelenggaraan juga dilakukan di SMK Muhammadiyah Cawas dan Jatinom, SMAN 1 Jatinom, SMAN 1 Karangdowo dan SMKN 1 Tulung.

Bupati Klaten Hajah Sri Hartini dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Administrasi Sekda Haji Sri Winoto mengatakan, Era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi selain memberikan kemudahan, juga bisa mempengaruhi nilai solidaritas, kekeluargaan, keramahtamahan dan rasa cinta tanah air. Untuk itu penggemblengan mental dan jiwa nasionalisme pada anak sangat penting dan wajib.

 Karena jika tidak maka kecanggihan teknologi justru dapat memudarkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme karena pengaruh yang tak terkontrol, karena nilai individualisme dan materialisme yang tumbuh akibat tekhnologi bisa merusak jiwa nasionalisme yang pada akhirnya bisa mengancam pada keutuhan NKRI.

“Tekhnologi memang kite perlukan dan kemajuan ilmu pengetahuan tidak bisa kita salahkan. Namun jika kita tak mampu memilah dan memilih serta menggunakannya dengan tepat, bukan tidak mungkin kecanggihan tekhnologi justru menjadi ancaman bagi kita semua. Untuk itu penanaman wawasan kebangsaan pada anak sangat penting sebagai benteng jiwa nasionalis dari hal hal negatif yang bisa mengancam jiwa dan keutuhan NKRI”, tegasnya.(l.suk.4) 
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...