Syukuran Banyu Di Umbul Pluneng Dengan Arakan 9 Gunungan Hasil Bumi. Siap Jadi Tujuan Wisata Air Klaten.

Ki Tirto Mulyono dan Nyi Tirto Mulyani naik getek menyusuri umbul Pluneng
Klaten Mattanews.ComSyukuran banyu ditandai dengan araak-arakan 9 tumpeng dari 9 dukuh di Desa Plunen, Kecamatan Kebonarum Klaten Jawa Tengah digelar sangat meriah. 9 tumpeng yang terbuat dari berbagai hasil bumi diarak dari kantor desa menuju umbul pemandian Pluneng yang berjarak sekitar 200 meter. Selain kirab gunungan acara juga ditandai dengan pengambilan banyu umbul pluneng, penyebaran biit ikan, penanaman pohon dan diakhiri dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Rama Tambak”.

Acara syukuran banyu yang digelar Sabtu siang (29/10) di komplek umbul pemandian Pluneng adalah kali ketiga yang diadakan warga setempat. Ratusan warga dari berbagai daerah datang dan menyaksikan acara ritual tersebut. Upaya ini dilestarikan dan ditumbuhkan dalam rangka ucapan rasa syukur pada tuhan yang Maha Kuasa atas limpahan air yang begitu melimpah dan mampu menghidupi masyarakat sekitar.

Prosesi acara syukuran bayu pertama ditandai dengan arak arakan gunungan hasil bumi menuju komplek pemandian Pluneng di umbul lanang atau dikenal dengan nama umbul Tirto Mulyono. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pengambila air umbul untuk dimasukkan kedalam gentong untuk selanjutnya nanti disiram pada acara wayangan. Setelah itu diteruskan dengan penarikan getek bambu yang berisi dua tokoh pria dan wanita yang menggambarkan sosok Tirto Mulyono dan Tirto Mulyani.
Kirab gunungan memasuki komplek pemandian umbul pluneng
Selesai prosesi penarikan getek bambu, baru gunungan yang berisi buah-buahan dan hasil bumi lainnya diperebutkan dan dimakan bersama-sama ditepi kolam. “Ini merupakan budaya leluhur yang patut kita lestarikan sebagai tanda syukur atas karunia yang begitu besar dengan melimpahnya air di desa kami”, ujar Wahyudi Kepala Desa Pluneng.

Sementara Camat Kebonarum Joko Podang Purwanto mengaku bangga dengan apa yang dilakukan warga Pluneng karena mampu merawat, menjaga dan melestarikan air dengan ungkapan rasa syukur yang pas, dimana mereka mampu mewujudkan dengan rasa syukur berupa kirab gunungan hasil bumi.
Pengambilan air umbul oleh camat Kebonarum Joko Podang Purwanto
“Kita berharap kedepan acara ini bisa lebih dibesarkan lagi, agar Pluneng yang namanya sudah begitu melegenda bagi masyarakat gaungnya bisa menggema di luar daerah. Dan guna mencapai itu kedepan kita telah merencanakan di Pluneng akan kita jadikan pusat wisata air seperti yang ada di daerah lain, apalagi kita masih punya tanah kas seluas 4000 meter persegi”, ujarnya.(tev)
  
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...