Sumpah Pemuda Menggema Di Lembah Merapi Dalam Gora Swara Nusantara.

Mbah Petruk diyakini masyarakat lereng Merapi sebagai "penguasa" Gunung Merapi
Klaten Mattanews.ComGema sumpah pemuda di lembah Merapi diantara belantara hutan dan hamparan batu pasir yang menancap kokoh di aliran sungai Woro , Kecamatan Kemalang Klaten Jawa Tengah. Jum’at (28/10) berlokasi di dam 1 Karangbutan sekitar 500 pelaku seni se kabupaten Klaten menggelar acara seni klosal bertajuk Gora Swara Nusantara. Dibawah guyuran hujan deras di dam 1 yakni dam pertama yang menahan laju lahar dingin karena terletak paling dekat dengan puncak Merapi, para pegiat seni budaya memperingati hari sumpah pemuda ke 88 yang dihadiri langsung Bupati Klaten Hj Sri Hartini serta ketua DPRD Klaten Agus Riyanto serta para pejabat di jajaran Pemkab Klaten.

Pagelaran seni dengan latar belakang keperkasaan gunung Merapi memang baru pertama kali. Dipilihnya dam Karangbutan yang merupakan dam penahan lahar dari aliran sungai woro yang berhulu langsung di gunung Merapi sebagai perlambang jika semangat sumpah pemuda telah merasuk hingga pelosok desa dan pegunungan.
Semua unsur mulai dari SD - SMU, ormas dan sanggar seni ikut didalamnya
Dalam pagelaran ini berbagai seni budaya asli Klaten ditampilkan. Seperti tari lereng Merapi yang menggambarkan keakraban rakyat lereng Merapi yang begitu menyatu dan sejiwa dengan gunung berapi teraktif didunia ini. Selain itu tampil pula berbagai kesenian lain, seperti reog, barongsai, cokekan, gejuk lesung, dan lainnya.

Tampilnya tokoh punokawan Petruk setinggi 2 meter yang merupakan simbuh Mbah Petruk sang penguasa gunung Merapi, mampu membangkitkan semangat pelaku seni dan ratusan penonton yang berada di sepanjang tebing jurang. Suasana berubah mencekam manakala hujan deras turun dipenghujung acara. Namun semua itu tak menyurutkan mereka untuk beranjak dari lokasi  termasuk Bupati Sri Hartini walau sering terjadi banjir lahar dingin disungai ini ketika dipuncak Merapi turun hujan lebat.
Rela menantang maut diketinggian 100 meter untuk melihat pagelaran seni
Salah satu panitia pelaksana Iwan Purwoko menyampaikan paglaran Gora Swara Nusantara adalah simbul lahirnya seni budaya dari bawah yang memiliki gaung dan semangat nasionalisme walaau mereka lahir dari berbagai pelosok desa. Diharapkan pagelaran budaya yang melibatkan sekitar 500 pelaku seni di Klaten ini akan memiliki gaung nasional, dimana mampu menggugah perhatian pemerintah terhadap kesenian yang ada.

“Kita berharap Gora Swara Nusantara yang dilakukan para pelaku seni di Klaten dengan menampilkan puluhan seni budaya tradisional ini akan memiliki gaung nasional dan berdampak pada keberlangsungan kehidupan budaya Jawa, sebagai benteng dari masuknya budaya asing”, tegas Iwan.      
Bupati Klaten Hj Sri Hartini menerima piagam sumpah pemuda
Sementara Bupati Klaten Hj Sri Hartini menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan para pegiat seni yang telah mampu memberi pertunjukan seni budaya klosal dengan latar belakang keperkasaan gunung Merapi. Walau sedikit was was karena digelar dibantaran sungai Woro yang rawan terjadi banjir lahar, bupati mengaku bangga akan karya anak bangsa yang telah mampu menyuguhkan seni bertaraf nasional walau diadakan dilembah Merapi dengan ketinggian jurang yang mencapai 100 meter lebih.

” Saya berharap pagelaran seperti ini bisa lebih ditingkatkan ditahun tahun berikutnya. Dan semoga hasil karya anak bangsa putra daerah Klaten akan bergaung hingga tingkat nasional”, harapnya. (red) 
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...