Setelah 42 Tahun Menunggu Kantor Desa Karangduren Akhirnya Bersertifikat.

Penyerhan sertifikat kantor desa Karangduren oleh petugas BPN Klaten
Klaten Mattanews.Com - Setelah 42 Tahun menunggu, Kantor Balai Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten Jawa Tengah akhirnya bersertifikat. Rabu (26/10) proses tukar guling tanah kantor desa selesai dan beres ditandai dengan penyerahan sertifikat tanah kantor desa dari kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten kepada kepala desa karang Duren Muh Marsum.

Kepala Desa Karangduren Mohammad Marsum menyampaikan, penyerahan sertifikat tukar guling tanah Balai Desa Karangduren ini menjadi moment yang sangat indah bagi masyarakat. “Ini adalah hadiah bagi masyarakat Desa Karangduren. Karena itu, mulai sekarang, balai desa ini menjadi rumah kita. Milik masyarakat selama-lamanya. Maka, apa yang sudah kita miliki ini harus kita jaga, harus kita lestarikan,” katanya.

Karena itu, Moh Marsum mengajak masyarakat untuk mensyukuri terbitnya sertifikat tukar guling tanah Balai Desa Karangduren ini. “Kita bersyukur karena pada tahun ini tanah Balai Desa Karangduren telah menjadi milik sah Desa Karangduren.  Sebab kalau proses penyertifikatan tanah tidak segera beres, bisa jadi gedung Balai Desa Karangduren ini jadi milik orang lain. Kini tidak akan ada lagi pihak yang ngogreh-ogreh masalah kantor desa,” ujarnya.

Camat Kebonarum Joko Purwanto menyatakan, proses tukar guling dan penyertifikatan tanah Balai Desa Karangduren ini berlangsung menarik. Karena prosesnya sudah terjadi sejak tahun 1973. Namun baru tahun ini selesai.

Proses ini sudah ada sejak tahun 1973. Dan berkat keseriusan warga dalam mengawal proses ini maka hanya dalam waktu sekitar 3,5 bulan semua urusan terselesaikan. Sekarang, tanah Balai Desa Karangduren ini sudah berkekuatan hukum tetap dan ini patut kita syukuri,” tandasnya

Sementara staf Kantor BPN Klaten Agus Abdul Cholil menjelaskan, proses penyertifikatan tanah itu sebenarnya mudah dan cepat. Tetapi karena sangat ditunggu-tunggu, maka waktunya terasa lama. “Kami berharap, tanah-tanah milik desa yang belum disertifikatkan agar segera dicatatkan di BPN,” pintanya. (kam/red)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...