Parkir RSUD Bagas Waras Mahal. Pengunjung Mengeluh Motor Ditarik Rp 8000 Tanpa Karcis.

Palang pintu RSUD Bagas Waras justru dibuka saat banyak pengunjung datang
Klaten Mattanews.ComPara pengunjung keluarga pasien di rumah sakit umum daerah (RSUD) Bagas Waras Buntalan Klaten mengeluh karena beaya parkir kendaraan mahal mencekik leher. Untuk kendaraan roda dua tarikan parkir bisa mencapai Rp 8000 sekali parkir tanpa karcis. Sedang mobil bisa mencapai Rp 15.000. Selain mahal ternyata pengelola parkir hingga kini juga belum pernah melaksanakan kuwajibannya pada pihak rumah sakit.

Beberapa pengunjung keluarga pasien yang tidak terima menerima perlakukan tersebut langsung melayangkan surat protes pada pihak rumah sakit. Sementara rumah sakit sendiri tak bisa berbuat banyak karena parkir telah dikelola oleh pihak ketiga.” Mosok wong susah malah ditarik parkir Rp 8000, tanpa karcis lagi. Apakah ini bukan pemerasan cara halus”, ujar salah satu pengunjung RSUD.

Keluhan pelayanan parkir di RSUD Bagas Waras yang amburadul sebenarnya sudah lama dirasakan. Semula mereka bisa memaklumi karena rumah sakit baru. Namun ternyata  hingga saat ini tidak ada perubahan malah bertambah parah.

Sumber di Bagas Waras mengaku sudah lama menerima keluhan pelayanan parkir yang asal-asalan. Namun pihaknya tak bisa berbuat banyak karena pengelolanya sudah pihak ketiga, sehingga rumah sakit tidak punya kewenangan.”Kita mencoba ikut memberi masukan pada mereka namun tak pernah digubris”, ujar sumber.

Bahkan menurut sumber hingga kini pihak pengelola parkir belum pernah sekalipun membayar kopensasi kontribusi hasil pengelolaan parkir pada pihak rumah sakit, sesuai perjanjian dan kesepakatan kontrak. Berkali kali ditanya pihak pengelola selalu mengatakan belum ada hasil dan uang habis untuk menggaji karyawan parkir.

Hasil invesigasi lapangan terungkap setiap hari rata – rata lebih dari 300 motor dan mobil masuk area rumah sakit. Hal tersebut bisa dilihat dari jumlah kunjungan di poliklinik setiap harinya bisa mencapai angka 190. Sedang jumlah pasien rawat inap mencapai angka 100 lebih. Sehingga banyak keluarga pembesuk datang silih berganti.

Selain jumlah pengunjung yang selalu penuh setiap hari, ada beberapa kejanggalan yang sengaja dilakukan pihak pengelola untuk mengelabuhi pendapatan. Hal tersebut dapat dilihat dipintu masuk rumah sakit, dimana palang pintu untuk umum selalu dibuka pada pagi hari dan jam jam tertentu. Padahal dari sinilah berapa jumlah motor dan mobil yang masuk bisa terkonrol. Sementara palang pintu masuk khusus karyawan yang seharusnya tidak berbayar justru ditutup.(tev)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...