Lagi Pasien Mengadu Ke RSUD Gara - Gara Ditarik Parkir Dengan Tarif Mencekik Leher.

Pintu masuk karyawan RSUD Selalu ditutup Yang umum kadang malah dibukak
Klaten Mattanews,ComPihak rumah sakit kembali mendapat pengaduan dari salah satu pengunjung terkait penarikan parkir motor dan mobil yang dianggap tidak wajar dan mencekik leher. Salah satu keluarga pasien terpaksa melapor pihak rimah sakit karena harus membayar parkir motor sebesar Rp 10.000. Sementara ketika ditanya petugas parkir mengatakan semua yang dilakukan sesuai peraturan dari rumah sakit.

“Kita disini orang susah mas, harus mengeluarkan beaya untuk berobat dan menunggu keluarga yang sedang sakit. Lantas kalau sekarang kita yang sedang susah masih harus memikir beaya parkir yang mencekik leher apa kita tidak stres dan marah”, ujar salah satu keluarga pengunjung yang pagi tadi terpaksa menemui salah satu pegawai RSUD Bagas waras untuk mengadu.

Direktur rumah sakit RSUD Bagas Waras Klaten dr Limawan Budi Wibowo Mkes membantah adanya aturan parkir yang memberatkan pengunjung atau pasien. Sehingga jika ada petugas parkir yang memberi alasan pada pengunjung saat menarik uang itu tidak benar. “ Rumah sakit tidak ngurusi madsalah parkir,karena sudah dikelola pihak ketiga. Dan jika ada Mou dengan pihak ketiga beaya parkir tidak mungkin sebesar itu. Jika nominalnya sampai sebesar itu berarti ada yang tidak beres”, demikian ditegaskan Limawan saat ditemui Mattanews diruang kerjanya.

Dari hasil kesepakatan perjanjian disebutkan tarif untuk pasien RSUD hanya dikenakan sebesar Rp 1500/sehari. Sedang bagi pengunjung dikenakan tarif sesuai perda yakni Rp 1000. Setelah 4 jam motor dikenakan tambahan beaya sebesar Rp 500 per 2 jam. Aturan yang sama juga diberlakukan bagi kendaraan roda 4 dimana semua mengacu pada perda parkir yang ada.

Sedang bagi parkir berlangganan dikenakan tarif sebesar Rp 50,000/4 bulan untuk sepeda motor dan dan Rp 100.000/ empat bulan untuk kendaraan roda empat. Sedang untuk mobil box atau truk juga memiliki tarif tersendiri yang berdasar pada atarif sesuai Perda parkir di Klaten.

Jika Mounya berbunyi seperti itu, apa mungkin seorang yang datang ke klinik untuk berobat menghabiskan waktu lebih dari 4 jam. Dan andaikan lebih dari 4 jampun tarifnya bisa dihitung yakni Rp 1500 ditambah 500 atau Rp 1000 ditambah Rp 500, jadi tak lebih dari Rp 2000. Lantas jika sampai ada pengunjung dan pasien yang mengeluh karena ditarik tarif parkir hingga Rp 8000, aturan mana yang dipakai petugas parkir (tev).

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...