Klaten Siaga Longsor Dan Banjir. 150 KK Warga Burikan Ronda Siang Malam Antisipasi Gunung Putih.

Lereng Gunung Pegat Krakitan Bayat Klaten rawan longsor
Klaten Mattanews.ComBeberapa desa di wilayah Kabupaten Klaten Jawa Tengah dinyatakan waspada longsor menyusul intensitas hujan yang semakin sering karena cuaca yang tidak menentu. 5 Desa masing-masing di wilayah sekitar gunung Pegat Krakitan, gunung Cakaran Bayat, gunung Gajah, gunung putih Burikan Bayat dan puncak Gunung Jabalakat , memiliki tingkat kerawanan bahaya longsor tinggi. Bahkan warga Desa Burikan yang berada tepat dibawah gunung putih pegunungan Kendeng (pegunungan Seribu) melakukan ronda siang malam.

Kepala Desa Burikan, Kecamatan Cawas Maryadi membenaarkan jika warganya dalam posisi siap siaga dalam 24 jam. Warga terus melakukan ronda siang malam, terutama jika turun hujan lebat. Menurut Maryadi gunung Putih yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Gunung Kidul rawan longsor karena terjadi keretakan tanah dipuncak gunung beberapa tahun silam.

“ Warga terus melakukan ronda kampung siang malam secara bergantian. Jika turun hujan lebat intensitas ronda semakin kita tingkatkan. Disamping itu tiap rumah kita beri kentongan yang akan dipukul jika sewaktu waktu ada bencana”, ujar kepala desa.
Puncak gunung Putih Burikan Cawas mengalami keretakan
Gunung Putih, adalah salah satu puncak gunung yanag ada di pegunungan Seribu ( Kendeng ) yang terletak di wilayah Klaten selatan berbatasan dengan wilayah Kabupaten Gunung Kidul. Puncak gunung ini dulu pernah retak memanjang yang akhirnya menarik perhatian para apakar geologi dan gunung dari UGM Yogyakarta. Akhirnya pada saat itu awal tahun 2000 gunung Putih dinyatakan rawan longsor, karena rekahan tanah setiap hari terus bertambah.

Hal sama juga dilakukan warga yang berada dibawah gunung Cakaran bayat dan gunung Pegat Krakitan. Mereka selalu waspada karena menyadari bertempat tinggal dibawah gunung yang rawan longsor. Sehingga tanpa ada pengarahanpun mereka sejak dini sudah siaga, terutama jika turun hujan.” Warga kita selalu siaga 24 jam mas,  apalagi jika turun hujan. Puncak bukit Cakaran dan Jabalakat memang rawan longsor karena sudah gundul”, ujar salah satu warga setempat.   

Sementara itu Kepala BPBD Klaten Bambang Giyanato menegaskan saat ini Klaten memiliki 11 titik rawan bencana. Mulai dari bahaya longsor dan banjir. Untuk itu pihaknya teruss melakukan pemantauan dan koordinasi dengan instansi terkait, baik jajaran TNI/Polri, relawan, PMI, rumah sakit dan lainnya, jika sewaktu waktu terjadi bencana.

“Kita punya tim reaksi cepat dan tanggap darurat yang dalam waktu singkat sudah bisa berada di lokasi kejadian. Tim ini selalu siap siaga dalam 24 jam. Selain itu kita slalu koordinasi dengan semua instansi terkiat guna antisipasi jika ada bencana. Sehingga bisa memberi pertolongan dengan cepat guna mengurangi korban jiwa”, demikian ditegaskan Bambang usai rakor di B1 ruang Pemda Klaten.(neo)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...