Kisruh Tarif Parkir, Komisi IV DPRD Klaten Segara Panggil Dirut RSUD Bagas Waras Klaten

Andi Purnama SH Ketua Komisi IV DPRD Klaten
Klaten Mattanews.ComMunculnya dugaan penyimpangan penarikan beaya parkir kendaraan di RSUD Bagas Waras Buntalan Klaten, Jawa Tengah,  mendapat perhatian serius ketua Komisi IV DPRD Klaten Andi Purnomo SH. Komisi IV akan segera memanggil pihak rumah sakit dan sidak lapangan menidak lanjuti adanya aduan warga. Jika dugaan itu benar, maka Komisi IV akan meminta agar Bupati menindak tegas siapa saja oknum yang bermain.

Komisi IV akan segera memanggil dan meminta keterangan pihak rumah  sakit terkait masalah ini. Apakah benar penarikan yang dilakukan petugas parkir seijin atau ada kerjasama dengan pihak rumah sakit atau dilakukan atas inisiatif petugas parkir sendiri. Jika penarikan tersebut melibatkan karyawan RSUD, maka oknum pelaku akan kita mintakan rekomendasi untuk ditindak. Demikian pula jika itu dilakukan oleh petugas parkir, maka  bisa dilakukan pemutusan kerja sama, karena yang bersangkutan telah melangggar Mou kerjasama yang telah disepakati bersama.

“Kita akan segera memanggil pihak rumah sakit dan menanyakan kenapa sampai muncul aduan warga terkait penarikan uang parkir yang melebihi ketentuan. Apakah benar rumah sakit tidak tahu atau pura pura tidak tahu. Jika memang pihak rumah sakit tidak tahu maka kontrak kerja sama pengelola parkir dengan pihak ketiga bisa dikaji ulang dan kalau perlu putus kontrak. Namun jika ada oknum RSUD yang bermain dalam hal ini, maka Komisi IV mendesak pada Bupati untuk melakukan tindakan tegas bagi oknum tersebut”, demikian ditegaskan Andi Purnama SH ketua Komisi IV DPRD Klaten.  

Menurut Andi RSUD adalah salah satu aset Pemda penyetor PAD murni Klaten. Sehingga RSUD memiliki beban mengoptimalkan kinerja guna mengejar pendapatan sesuai yang ditargetkan. Sehingga masalah parkir yang juga bagian dari asset pemasukan tidak dikelola dengan baik, maka sulit bagi RSUD untuk mengejar target maksimal.
RSUD Bagas Waras Buntalan Klaten
Seperti ditulis Mattanews sebelumnya akhir akhir ini banyak pengunjung dan pasien RSUD Bagas Waras Buntalan Klaten mengeluh karena mahalnya beaya parkir. Karena merasa keberatan banyak pengunjung dan pasien yang mengadu pada pihak rumah sakit, karena pada saat meminta uang parkir, petugas mengatakan hanya menjalankan aturan dari rumah sakit. Akhirnya banyak pasien dan pengunjung yang mengeluh karena harus membayar parkir  motor sebesar Rp 8000.

Sementara Direktur RSUD Bagas Waras Buntalan Klaten dr Limawan Budi Wibowo Mkes dengan tegas mengatakan tidak ada satupun karyawan RSUD yang ikut bermain dalam penarikan uang parkir yang melebihi ketentuan. Bahkan pihak rumah sakit sendiri tidak tahu jika ada penarikan uang parkir sebesar itu.
dr Limawan Budi Wibowo Mkes. Dirut RSUD Bagas Waras
Menurut Limawan aturan Mou yang dibuat dengan pihak ketiga dalam hal ini pengelola parkir sudah sangat jelas. Beaya parkir yang dikenakan untuk pasien sebesar Rp 1500/sehari, sedang mobil Rp 2500. Untuk pengunjung tarif yang dikenakan Rp 1500 motor dan Rp 1000 mobil. Dalam Mou tersebut juga dijelaskan ada penambahan beaya parkir dihitung secara akumulatif, dimana setelah 4 jam, setiap 2 dikenakan tambahan beaya sebesar Rp 500.

“Saya tegaskan pihak rumah sakit benar-benar tidak tahu jika ada penarikan diluar ketentuan dan tidak ada satupun karyawan RSUD yang bermain. Justru yang perlu diketahui pihak pengelola parkir hingga detik ini belum pernah membayar uang ristribusi sepeserpun pada rumah sakit sesuai kesepakatan yang tertulis dalam Mou”, tegasnya.(tev)   
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...