Kaliworo "Banjir Bego". Aparat Merem. Deru Bising Mesin Tengah Malam Ganggu Warga.

Suasana di bumi Kemalang sepanjang hari Klaten (foto ilsutrasi istw vada)
Klaten Mattanews.Com“Banjir Bego” terjadi di kawasan Kaliworo Kemalang dan tegal perkarangan milik penduduk. Bego liar terus beroprasi menguras hasil tambang emas hitam (pasir) tanpa ada tindakan apapun dari aparat penegak hukum. Larangan menambang di kawasan lereng Merapi bagian selatan ini teryata tak pernah menyurutkan para penambang liar untuk memperkaya diri. Mereka beroprsi dimalam hari sehingga bising suara bego sangat mengganggu warga.  Diperkirakan dalam sehari omzet penambangan ilegal ini mencapai Rp 1,6 milliar.

Sepanjang aliran sungai Woro yang berhulu di Gunung Merapi selama ini memang dikenal sebagai sumber matrial batu pasir yang sangat potensial. Namun penambangan yan terus menerus membuat kawasan ini mulai ditinggalkan penambang. Sebagi gantinya para penambang membuka lahan baru di lahan - lahan penduduk yang seharusnya sesuai aturan tidak boleh ditambang karena merusak lingkungan dan konservasi hutan.
Kemalang 20 tahun lalu masih hijau dan segar kini gersang dan tandus
Beberapa sumber Mattanews di lereng Merepai mengungkapkan saat ini para penambang liar selalu beroprasi dimalam hari. Jika Siang mereka tidak beraktivitas. Bego disembunyikan di tempat tempat tersembunyi agar tidak terendus petugas. Namun jika senja mulai tiba belasan bego mulai  beraksi. Akibatnya warga terganggu karena bising suara bego dan hilir mudik truk muatan yang tak pernah berhenti sejak pagi menjelang pagi.

Beberapa tempat yang kini dijadikan lahan mereka antara lain di wilayah Kecamatan Kemalang seperti Tegalmulyo, Sidorejo, Tlogowatu dan lainnya. Dan dibeberapa desa di wilayah Kecamatan Manisrenggo. Akibat ulah para penambang liar alam di wilayah ini rusak berat. Banyak hutan dan lahan penduduk menjadi tandus dan gersang serta rawan longsor. Padahal daerah ini dinyatakan sebagai daerah tangkapan air untuk rakyat Klaten.

Anehnya praktek penambangan liar dengan hasil milliar rupiah dalam sehari ini yang sudah berjalan berbulan bulan ini tak pernah tertanggap aparat. Kenapa mereka selalu lolos jika ada oprasi penangkapan. Apakah ada oknum yang menjadi beking di bisnis ini. Yang jelas setiap ada oprasi penangkapan dipastikan mereka pasti lolos. Kuat dugaan sebelum oprasi sudah ada oknum yang memberi tahu mereka. Maka praktis hingga saat ini mereka aman beroprasi. Akhirnya siapa oknum yang bermain dalam bisnis emas hitam ini. (get/neo)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...