Grebeg Pasar Tardisional Di Bulan Suro. Gunungan Hasil Bumi Jadi Rebutan.

Gunungan hasil bumi di gerebeg pasar, jadi rebutan
Klaten Mattanews.Com - Dengan iringan tari dan kesenian tradisional Reog dan group Drumband ibu-ibu, sebanyak 50 tumpeng yang di bawa oleh peserta kirab grebeg pasar tradisonal Masaran Cawas di serahkan kepada camat Cawas M. Nasir, Sabtu (15/10).

Grebeg pasar tradisional Masaran, Cawas merupakan salah satu wujud syukur para pedagang pasar tradisional Masaran yang di lakukan rutin setiap tahun di bulan Muharam. Selain parade tumpeng dan hiburan gejog lesung,  pada malam harinya di gelar pertunjukan wayang  semalam suntuk. “acara syukuran pasar sudah berlangsung beberapa tahun ini namun baru tahun ini ada arak-arakan tumpeng dan gunungan” ujar Bakti salah satu pedagang pasar Masaran, Cawas.

Menurut Camat Cawas, M. Nasir, selain sebagai wujud syukur pedagang pasar Masaran dan masyarakat Cawas, acara kali ini di kemas dengan di lakukan arak-arakan tumpeng. Hal ini di lakukan untuk melestarikan budaya local cawas.
Camat Cawas M.Nassir bersama Muspika
“Pada tahun pertama memang hanya diikuti para pedagang didalam pasar, di tahun kedua diadakan namun dilakukan di halaman pasar sedangkan di tahun ketiga ini kembali digelar dan ditambah dengan tradisi kirab,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menuturkan tradisi seperti ini akan dijadikan sebagai kegiatan rutin tahunan sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Allah SWT. “Semoga kedepan pasar bisa semakin ramai dan banyak pembeli,” pungkasnya.

Setelah acara serah terima tumpeng, dua gunungan yang di sediakan panitia grebeg Pasar Masaran Cawas langsung ludes di serbu warga yang antusias mengikuti jalannya acara. Grebeg Pasar di motori oleh paguyupan Wangen (Warung wengi), komunitas pedagang kaki lima yang berjualan pada malam hari di areal pasar Masaran, Cawas.(hilal alfarouqs).
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...